Senin, 29 Desember 2014

Konsisten




“It's not what we do once in a while that shapes our lives. It's what we do consistently.”
"Yang membentuk diri kita adalah apa yang kita lakukan secara konsisten, bukan hanya sesekali".
-Anthony Robins

“Small disciplines repeated with consistency every day lead to great achievements gained slowly over time.”
"Tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari akan menghasilkan sesuatu yang besar pada waktunya".
-John C Maxwell
 
 sumber: cavemancircus.com

Maestro Kung Fu dunia, Bruce Lee, pernah berucap, "Aku tidak takut pada seseorang yang melatih sepuluh ribu jurus tendangan, tapi aku lebih khawatir pada seseorang yang berlatih satu jurus tendangan sepuluh ribu kali". Seseorang yang giat berlatih dan konsisten berlatih pada satu hal, akan menghasilkan kemampuan yang hebat di satu bidang ilmu itu. Apakah hal ini baik? Tentu saja. Rasulullah sendiri pernah mengatakan yang dapat diartikan bahwa kita harus menyerahkan sesuatu pada ahlinya. Kenapa pada ahlinya? Supaya lebih cepat pelaksanaannya, lebih terarah pekerjaannya dan yang terpenting adalah lebih baik hasilnya.

Apabila kita memandang dari sudut agama, sebenarnya Rasulullah telah menyampaikan dalam hadits riwayat bukhari bahwa "amalan-amalan yang paling disukai Allah adalah yang berkesinambungan walaupun sedikit". Biar sedikit tapi tetap dilaksanakan. Apabila hari ini membaca Al-Qur'an, maka hendaknya membaca juga keesokan harinya. Apabila melakukan shalat Dhuha kemarin, hendaknya melakukannya juga hari ini. Begitu juga dengan tahajjud dan ibadah-ibadah lainnya.

Lantas bagaimana dengan pekerjaan sehari-hari?

Ternyata sama saja. Sama-sama membutuhkan kontinuitas dalam pelaksanaannya. Bahkan banyak orang mengatakan bahwa konsisten itu sendiri merupakan salah satu kunci/rahasia keberhasilan. Salah satunya ya Om Bruce Lee sebagaimana tertulis di atas, dan quote-quote sebelumnya.

Konsisten atau tidak adalah pertanyaan paling mendasar yang menentukan seseorang itu gagal atau sukses. Mengapa? Karena pada dasarnya tak ada orang sukses yang tak pernah gagal. Malah, banyak orang yang sangat sukses setelah berkali-kali gagal. Bahkan, jika digali lebih jauh lagi, hampir bisa dipastikan, tingkat kegagalan yang sudah pernah dialami mungkin banyak sekali. Lantas, bagaimana ia bisa bangkit dan sukses luar biasa? Di sinilah rahasianya: konsistensi.

Konsistensi bukanlah hal yang mudah. Bakal ada rasa bosan dan jenuh yang menghampiri. Kebayang gak kalau melakukan hal yang itu-itu saja? Monoton setiap hari? Tetapi itulah yang menjadi kunci utama. Dengan konsisten, monoton itu sebenarnya sedang melatih untuk benar-benar fokus pada tujuan. Sehingga, target apa pun yang direncanakan, bisa ditaklukkan.

Bagaimana dengan bisnis? Sama saja.
Sebelum menjadi raksasa IT, microsoft bergelut pada software. Fokus pada software. Konsisten dengan software. Setelah mereka menjadi ahli di bidang software, barulah berpindah ke bidang lain, seperti mengakuisisi Nokia baru-baru ini.
Itu kalau perusahaan.
Kalau manusia bagaimana?
Sebut saja Beckham, siapa yang tidak kenal.
Atau Ronaldo? Atau Pirlo? Atau Zidane?
Mereka berlatih setiap hari secara konsisten. (ini kok pesepakbola semua ya?)


Hampir semua orang itu memiliki jadwal yang sangat terencana. Bangun jam sekian, melakukan evaluasi, bekerja, hingga melakukan refleksi tentang apa yang sedang, telah, dan belum tercapai hari itu. Begitu seterusnya. Mereka konsisten dengan apa yang dilakukannya setiap hari. SETIAP HARI
 


Oleh sebab itu, dalam halnya melakukan sesuatu hendaklah menjadikan hari menjadi acuan. Jangan jadikan minggu atau bulan menjadi acuan, karena tolok ukurnya bisa berbeda. Kalaulah kita bisa membaca Al-Qu'ran secara rutin setiap hari satu juz (One Day one Juz), itu bagus. Tapi kalau membaca Qur'an satu juz hari ini, kemudian libur satu pekan, lalu membaca lagi satu juz pekan depan, itu kurang baik. Konsisten memang, dalam artian, seminggu membaca satu juz, tapi kurang bagus dalam pelaksanaannya. Kurang tertata. Evaluasinya pun jadi susah.

Tapi ada juga konsisten yang tidak baik. Apa itu? Ya tentu saja konsisten dalam perbuatan yang salah. Kalau katanya Einstein "seseorang yang melakukan hal yang sama berkali-kali namun mengharapkan hasil yang berbeda adalah kegilaan". Maksudnya pun kalau kita beramal/berbuat sesuatu hendaknya ada progresnya. Bukan asal jadi saja. Sesungguhnya seseorang yang perbuatannya lebih baik dari hari kemarin maka dia adalah orang yang beruntung.

Lantas bagaimana membentuk pribadi yang konsisten?
Beberapa tips berikut bisa dicoba
  1. Berkomitmen untuk konsisten melakukan sesuatu. Tetapkan dalam pikiran Anda bahwa Anda akan berbuat sesuatu secara konsisten. Kemudian tuliskan dalam bentuk pernyataan. Tuliskan secara jelas. Letakkan tulisan itu di tempat yang mudah Anda baca. Bisa dibuku atau ditembok. Baca tulisan itu setiap pagi maupun petang. Misalkan buat pernyataan "Saya akan membaca Al-Qur'an setiap hari".
  2. Memulai dari hal yang kecil. Untuk melakukan sesuatu yang besar, sangat baik untuk mencoba konsisten akan hal yang kecil terlebih dahulu. Selain akan memudahkan pelaksanaannya, Anda juga tidak terbebani oleh waktu untuk melakukannya. Membaca tiga ayat Al Qur'an setiap hari tentu saja akan lebih mudah dilakukan daripada membaca satu juz sekaligus.
  3. Mengetahui nilai manfaat dari kegiatan yang akan dilakukan. Konsisten yang tidak memiliki tujuan selain tidak bermanfaat akan membuat lekas lupa. Kenapa Anda melakukannya? Apa yang akan Anda capai? Hal ini selain perlu diketahui, juga perlu dicatat dalam buku tersendiri. Misalnya dengan menulis setiap hari, kemampuan saya dalam menulis akan bertambah. Dengan bertindak konsisten maka perilaku dan perbuatan saya semakin tertata.
  4. Membuat standar hal yang dilakukan, kalau memungkinkan jadwal harian. Untuk awal Anda tidak perlu membuat jadwal pelaksanaan kegiatan, karena fungsinya adalah membiasakan diri. Setelah Anda semakin terbiasa maka diperlukan jadwal tersendiri untuk mengingatkan Anda bahwa ada target yang perlu dicapai dan menjadi sarana evaluasi.
  5. Membuat mekanisme pengawasan, bisa dari diri sendiri atau dengan bantuan orang lain. Anda bisa membuat ceklist kegiatan yang sudah dilakukan atau muhasabah setiap malam, setelah membaca pernyataan komitmen Anda. Selain itu Anda juga mungkin perlu memiliki pengawas pribadi baik suami atau istri atau mentor Anda yang bersedia memberikan saran dan evaluasi.
Sebenarnya aku juga masih belajar untuk menjaga konsistensi.
Yuk sama-sama belajar konsisten, agar amalan kita lebih banyak berguna.
Konsisten dalam beramal dan memberikan manfaat. Semakin baik semakin bermartabat.

"Tulisan ini aku buat untuk mengingatkan aku lagi tentang konsisten bagi diri sendiri..."

Sabtu, 27 Desember 2014

paku, kayu dan dempul

Aku yakin kalau kebanyakan dari kita sudah sering mendengar cerita tentang seorang anak dan pagar yang dipakunya. Cerita ini akan banyak sekali ditemui di web dan inti dari ceritanya adalah perbuatan dan penyesalan. Kalau yang belum pernah silahkan dibaca kembali...

Pernah ada seorang anak lelaki yang berwatak buruk. Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku, dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain.

Hari pertama dia memaku 37 batang di pagar, karena hari itu anak tersebut tercatat berselisih paham dengan teman temannya. Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari. Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku di pagar.

Akhirnya tibalah hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun dan dengan Gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya. Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap kali bila dia berhasil menahan diri/bersabar.

Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar. Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata: "Anakku, kamu sudah baik, tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada di pagar. Pagar ini tidak akan kembali seperti semula".

KETIKA KAMU MELONTARKAN SESUATU DALAM KEMARAHAN, KATA-KATAMU ITU MEMBEKAS SEPERTI LUBANG INI DI HATI ORANG LAIN. KAMU DAPAT MENUSUKKAN PISAU KEPADA SESEORANG, LALU MENCABUT PISAU ITU. TETAPI, TIDAK PEDULI BERAPA KALI KAMU MINTA MAAF, LUKA ITU AKAN TETAP ADA. DAN, LUKA KARENA KATA-KATA ADALAH SAMA BURUKNYA DENGAN LUKA FISIK.

Lantas kemudian si anak akan mengubah sikapnya yang cenderung cepat emosi.

Nah begitulah secara umum, cerita itu ditampilkan.

Setujukah kamu dengan cerita itu?

Kalau aku, kurang... kurang kali pun kayaknya...

Kenapa?

Kesimpulan dari cerita itu kebanyakan mengarahkan untuk berhenti bersikap buruk, tetapi tidak dibarengi dengan berbuat kebaikan. Si anak diminta untuk mengubah sikapnya yang emosian. Kalau dianalogikan dengan paku dan kayu itu, si anak gak memaku lagi, tapi membiarkan kayu itu tetap dengan bolong-bolong bekas pakunya. Kalau mau melihat kondisi pakunya, bisa melihat kayu seperti di bawah ini...

Sumber gambar: dreamstime.com

Jelek kali kan?

Nah begitulah nanti kasus si anak itu. Sampai dia besar, orang-orang yang pernah disakitinya bisa saja melihatnya sebagai seorang yang emosian. Wounds is heal, but it need process. Luka hati memang bisa disembuhkan, dengan maaf dan  dengan waktu. Tapi semuanya membutuhkan proses. Dan akan semakin cepat dan semakin baik pula proses penyembuhannya apabila didukung dengan pengobatan.

Semisal seperti ini, anda tersinggung dengan sikap teman anda, lalu anda dimintai maaf, kira-kira anda akan melupakan begitu saja? Tidak, seperti pada kasus kayu tentu saja. Lalu apakah luka hati anda itu bisa disembuhkan, kalau menurut saya tentu saja bisa. Kalau seandainya orang yang membuat anda tersinggung lantas selalu berbuat baik kepada anda, luka hati anda akan lebih cepat sembuh, dan bisa saja anda menjadi lebih dekat dengannya bukan?

Seperti itu pula, kalaulah si anak mengubah sikapnya menjadi tidak pemarah lagi tapi tidak berbuat apa-apa, orang yang tidak disakitinya mungkin tidak akan bertambah tapi orang yang dilukainya tetap terluka. Dengan dia berbuat baik kepada orang yang telah disakitinya maka paling tidak luka hati mereka akan lebih cepat sembuh. Kesempatan mereka untuk sembuh hatinya akan lebih besar. Mereka juga bisa lebih menyukai si anak karena perbuatan-perbuatan yang dia lakukan kepada mereka.

Kalau kita analogikan dengan kayu tadi, akan lebih bagus kan kalau kayu yang sudah dicabut pakunya kita dempul. Akan lebih lebih menarik dan bisa saja lebih cantik dari sebelumnya. Jadi mari kita perbanyak berbuat baik.

sumber gambar: wikipedia.com

"Dan dirikanlah shalat pada kedua tepi siang dan pada bahagian permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik dapat menghapuskan perbuatan buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat". (QS Huud : 114).

Jumat, 26 Desember 2014

Mubazir

Sering kita dengar kalau orangtua memberi makan sama anaknya, orangtua itu biasanya mengatakan untuk menghabiskan makanan. Biarpun anaknya sudah enggan, seringkali kita temui si anak tetap dipaksa. Padahal bisa saja memang anaknya udah kenyang jadi gak mau makan. Namanya sudah kenyang kalau dipaksa bisa muntah. Alasannya sih, karena sayang kalau makanannya gak habis dan supaya gak mubazir. Sesungguhnya mubazir itu adalah perbuatan setan. Jadi orangtua pasti gak ada dong yang ingin anaknya kayak setan...

sumber foto: dhurorudin.wordpress.com

Mubazir itu setauku adalah kata serapan dari bahasa Arab yang dalam KBBI artinya menjadi sia-sia atau tidak berguna; terbuang-buang (krn berlebihan), berlebihan ataupun boros.
Boros itu tidak baik bisa disebabkan karena sama saja melakukan perbuatan yang sia-sia, atau malah salah. Pada kasus makanan misalnya, karena terlalu rajin belanja makanan maka semua makanan dimasak dan disuguhkan. Akibatnya gak habis kan itu makanan. Atau kalaupun habis yang makan bakalan kekenyangan. Kalau kekenyangan, apalagi sering, malah bisa mengganggu kesehatan.

Ternyata persepsi kita terhadap mubazir biasanya diartikan hanya terhadap hal berkaitan dengan kebendaan. Baju yang dibeli tapi gak dipakai, buku yang masih ada lembaran halamannya, dan yang paling sering makanan yang gak dimakan. Padahal ada hal lain yang mubazir yang gak sadar kita lakukan.

Apakah itu?

Mubazir dalam bertindak, berbuat atau bekerja.

Seberapa banyak yang sadar akan hal ini? Sebenarnya aku juga belum pernah melakukan survei, tapi berdasarkan observasi saja, aku melihat mayoritas melakukannya.

Kapan?
 
Pada saat kita melakukan sesuatu yang sia-sia, tidak ada faedah maupun manfaatnya. Mubazir waktu, maupun mubazir tindakan.

Bagi umat Islam, saya yakin sering mendengar kata bid'ah atau mengada-adakan. Hal ini menurutku termasuk perbuatan yang mubazir. Bahkan ada konsekuensi negatif dari melakukan bid'ah yaitu diancam dengan dosa. Berbuat sesuatu dengan mengharapkan pahala, eh malah dapat dosa. Sudah capek eh malah rugi, mubazir kan?

Ada juga masyarakat yang merayakan Idul Fitri dengan membakar kembang api, mercon dan sebagainya. Sudahlah rugi uang, tidak mendapat faedah, merugikan orang lain karena mengganggu jam istirahat, bisa merugikan diri sendiri pula. Kalaulah itu mercon meletus pada saat dipegang, kan bisa sakit tuh...

Kalau dulu sewaktu aku masih kuliah, aku pernah mengikuti perayaan tahun baru. Kalau dalam islam perayaan ini tidak ada dasarnya sih, soalnya kan memang bukan tahun baru Islam. (Tahun baru islam itu 1 Muharram, yang anehnya mayoritas umat muslim tidak merayakannya sebagaimana tahun baru masehi) Aku ingat waktu itu aku terjebak di dalam mobil, di tengah jalan, karena macet jam 12 malam. Sudahlah sia-sia, merugikan diri sendiri pula. Sepanjang jalan mikir, dari pada gini mending di rumah tidur... Kayaknya kejadian yang seperti ini banyak berulang setiap tahun, termasuk tahun ini yang sebentar lagi berganti menjadi 2015.

Padahal sebenarnya sangat mungkin bagi kita untuk melakukan sesuatu yang benar dan ada manfaatnya. Yang penting bisa menggunakan logika dan mampu memikirkan konsekuensi tindakan.

Yuk jauhi hal yang mubazir...

Kamis, 25 Desember 2014

Libur (cuti) bersama

Mulai dari tanggal 25 Desember sampai dengan 28 Desember 2014 ini ada libur panjang. Empat hari cuy...
Enak dong, bisa liburan hehehe...

Setiap tahunnya ada aja momen liburan panjang. Apalagi kalau hari kejepit. Pas hari kejepit biasanya entah dengan ide darimana pemerintah kita, dengan kesepakatan bersama tiga menteri, menambahkan jatah libur dengan cuti bersama. Maksudnya sih mungkin baik, jadi bersama-sama menikmati liburan. Misalnya pas hari liburnya hari kamis, jumat tuh biasanya diliburkan juga supaya liburannya panjang. Bisa jadi momen istirahat, supaya seninnya bisa semangat lagi.

Kalau tahun lalu (2013), jatah cuti bersama itu ada lima hari, yaitu
  • 5 s.d. 7 Agustus, Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1434 H
  • 14 Oktober, Cuti bersama Idul Adha 1434 H
  • 26 Desember, Cuti Bersama Hari Raya Natal
Settingan libur di tahun 2013 kayaknya masih pakai prinsip menggenapi hari terjepit nasional. Tanggal 5 s.d 7 Agustus itu jatuh pada hari senin s.d.rabu. Hari Raya Idul Fitri sendiri jatuh di hari Kamis dan Jumat. Jadi dengan ditambah tiga hari, lengkap deh liburan seminggu. Begitupun tanggal 14 Oktober (hari Senin) diliburkan supaya menggenapi libur Idul Adha yang hari selasa. Eh tapi ternyata gak juga ya, tanggal 26 Desember itu hari Kamis, gak tau kenapa eh diliburkan. Padahal hari Natalnya kan tanggal 25 Desember jatuh di hari Rabu? Wah bingung juga, kira-kira alasannya apa ya?

Kalau katanya mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Bapak Agung Laksono, cuti bersama dan libur nasional dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas kerja, efisiensi, meningkatkan sektor pariwisata dan ekonomi kemasyarakatan.

Tapi kalau diletakkan ditengah kan gak efektif pak, kenapa gak sekalian tanggal 27 Desember diliburkan juga ya? Ah sudahlah...

Terus, kalau tahun ini bagaimana? Pada tahun ini, cuti bersama ada empat hari, yaitu
  • 30 - 31 Juli dan 1 Agustus, Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1435 H
  • 26 Desember, Cuti Bersama Hari Raya Natal
Perhatiin deh, kayaknya lebih efektif daripada tahun 2013, cuti-cuti itu disetting supaya menggenapi hari libur. Untuk tanggal 30 Juli sampai dengan 1 Agustus 2014, itu mulai hari rabu sampai dengan jumat. Terus, tanggal 26 Desember itu hari jumat. Jadi cocok supaya hari liburnya bisa panjang sekalian.

Nah gimana dengan tahun depan?
Berdasarkan SKB tiga menteri (Menteri Agama, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan MenPanRB) tahun 2015 ada tiga hari yaitu

  • 16 Juli serta 20 dan 21 Juli, Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 143H
Nah ini kalau ini aku kembali agak bingung, kenapa dibuat tanggal segitu ya? Tanggal 16 Juli 2015 itu hari Kamis, sehari sebelum Idul Fitri. Tanggal 20 dan 21 Juli itu hari Senin dan Selasa. Benar sih bakal membuat liburan lumayan panjang, mulai dari hari kamis sampai dengan hari selasa. Tapi agak berbeda sama prinsip sebelumnya yang mendekatkan dengan hari kejepit nasional (Harpitnas), ini cuti bersama dibuat tanpa mengikuti kaidah Harpitnas. Tanya kenapa?

Kalau menurut aku ada beberapa alasan
  1. Hari Raya Idul Fitri itu hari jumat dan sabtu, jadi gak menjepit apa-apa. Minggu kan hari libur, jadi gak ada hari yang bisa dijepit lagi.
  2. Kayaknya cuti bersama itu dibuat supaya mengakomodasi orang-orang yang mudik. Jadi dibuat supaya awal libur dapat dispensasi dari kantor, pas pulang juga demikian.
  3. Mungkin, mungkin ya... menterinya merasa sayang kalau gak ada jatah cuti bersama, jadi dibuatlah tiga hari, cuma ini menimbulkan pertanyaan, kenapa gak mulai dari hari rabu ya?
Coba perhatiin deh, ini daftar hari libur kita secara lengkap di tahun 2015

Yang ini hari liburnya

NO.
TANGGAL
HARI
KETERANGAN
1
1 Januari 2015
Kamis
Tahun Baru 2015
2
3 Januari 2015
Sabtu
Maulid Nabi Muhammad SAW 1436 H
3
19 Februari 2015
Kamis
Tahun Baru Imlek 2566 Kongzili
4
21 Maret 2015
Sabtu
Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1937
5
3 April 2015
Jumat
Wafat Isa Almasih
6
1 Mei 2015
Jumat
Hari Buruh Internasional
7
14 Mei 2015
Kamis
Kenaikan Yesus Kristus
8
16 Mei 2015
Sabtu
Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW
9
2 Juni 2015
Selasa
Hari Raya Waisak 2559
10
17 & 18 Juli 2015
Jumat & Sabtu
Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriyah
11
17 Agustus 2015
Senin
Hari Kemerdekaan RI
12
24 September 2015
Kamis
Hari Raya Idul Adha 1436 Hijriyah
13
14 Oktober 2015
Rabu
Tahun Baru 1437 Hijriyah
14
24 Desember 2015
Kamis
Maulid Nabi Muhammad SAW 1437 H
15
25 Desember 2015
Jumat
Hari Raya Natal

dan ini cuti bersamanya

NO.
TANGGAL
HARI
KETERANGAN
1
16, 20 dan 21 Juli
Kamis, Senin dan Selasa
Hari Raya Idul Fitri 1436 H

Data di atas aku dapat dari situsnya KemenPANRB yang merupakan revisi dari SKB sebelumnya. Kalau mau mendownload peraturan SKB tiga menterinya silahkan didownload di sini

Ngomong-ngomong, tahu gak kalau cuti bersama itu sebenarnya terkadang dianggap merugikan? Loh kenapa? Bukannya dapat libur gratis? Iya gak lah, mana ada yang gratis.
  1. Dengan cuti bersama maka otomatis jatah cuti tahunan bakalan berkurang. Ini nih yang paling utama.
  2. Banyak dianggap merugikan perusahaan karena libur jadi panjang mengganggu jalannya perusahaan. Soalnya kalau udah cuti bersama perusahaan terutama swasta kan gak boleh ganggu cuti (harusnya...)
Yang gak enak dari cuti kalau di pemerintahan itu, minimal ngambilnya tiga hari termasuk cuti bersama. Padahal kan kalau misalnya cutinya karena sakit, ngapain lama-lama sakit. Atau misalnya menjenguk sanak saudara yang ditimpa kemalangan, kan gak mesti sampai tiga hari juga. Yah semoga peraturannya bisa disesuaikan lagi. Kalau aku sendiri lebih suka kalau cuti bersama itu dibuat jadi libur bersama sekalian hehehe... Kalau kamu?

Rabu, 24 Desember 2014

Bang Toyip

Sering aku bertanya ada apa dengan Bang Toyip, tega benar meninggalkan anak istri sampai tiga kali lebaran...
Aku yakin pasti juga banyak yang bertanya kenapa sampai bang Toyip itu gak pulang-pulang.
Ada apa sih sebenarnya?
Pas aku googling, wah banyak kali jawabannya...

Ini sedikit jawaban kenapa bang Toyip gak pulang-pulang

1. Udah meninggal gan. Dan gak ada yang ngasih tau istrinya kalau Bang Toyip ini sebenarnya sudah meninggal.
2. Bang Toyip gak tau alamat anak dan istrinya sekarang. Alasan yang klasik lupa... Atau lupa ingatan alias gila...
3. Udah nikah lagi. Dan sama istri yang sekarang lebih enak.
4. Gak punya duit buat pulang kampung. Kan Bang Toyip merantau.
5. Masuk penjara dan belum habis masa tahanannya...
6. Gak berani pulang karena banyak utang...

Terus ada yang bilang kalau bang Toyip bakalan pulang kalau...

1. anaknya mau nikah, jadi dia bakalan jadi walinya...
2. punya duit, minimal ongkos pulang...
3. sudah punya rumah, jadi sekarang tuh Bang Toyip gak bisa pulang karena gak punya rumah (malu ama tempat mertua kali ya?)
4. sudah waras kembali, sekarang bang Toyip lagi gila...
5. mutasi, dapat izin atasan untuk pulang ke rumah. Secara bang Toyip ini PNS dan lagi penempatan luar daerah, di daerah terpencil. Untuk pulang ngumpulin duit tiga tahun masih belum cukup untuk pulang. Sedih deh pokoknya...

Cuma, dari sekian banyak yang kasi jawaban itu, gak ada yang inisialnya Toyip. Jadi gak bisa juga dijadikan jawaban. Wah kasihan ya Bang Toyip dan lebih kasihan lagi keluarganya yang ditinggalkan... Gak tau nih sudah tiga kali lebaran gak dikasi nafkah, baik lahir maupun batin. Apa karena alamat palsunya Ayu TingTing?

Puisi untuk Bang Toyip

Bang Toyip kemanakah dirimu?
Bang Toyip dimanakah dirimu?
Apa kau banyak utang?
Sampai gak pulang pulang?

Oh gerangan siapa tau?
Kebingungan kan terasa
Tak ada yang tau
Apalagi menjawab

Cuma kau yang bisa menjawab
Gak ada yang lain
Tidak engkau
Tidak juga aku...

Karena aku bukanlah bang Toyip...

Semoga Bang Toyip cepat pulang.

LOWONGAN PEKERJAAN AIRNAV INDONESIA

Tadi pagi, sekitar pukul 10.25 WIB istriku tercinta yang bekerja di bandara, mengirimkan sms via bbm untukku. Jangan protes, sms itu singkatan dari short message service atau kalau di-Indonesia-kan layanan pesan singkat. Jadi boleh dong ber-sms lewat bbm hahahaha.

Udah ngelanturnya....

Jadi, sampai dengan tanggal 26 Januari 2015, akan ada penerimaan pegawai di Perum LPPNPI atau biasa dikenal dengan Airnav Indonesia. Perusahaan ini bisa dikatakan pecahannya Angkasa Pura. So, kalau kamu keterima bekerja di perusahaan ini, otomatis kamu (biasanya) bakalan ditempatkan di salah satu bandara di Indonesia.

Siapa aja yang boleh daftar? Siapa aja. Serius? Serius, semua jurusan boleh masuk.
Ini tampilannya kalau gak percaya.


Oh ya perlu diperhatikan untuk jurusan ekonomi manajemen cuma sampai tanggal 26 ini (hari jumat bro...).
Jadi yang jurusan ekonomi manajemen silahkan buruan soalnya cuma dua hari, ck ck ck...

Okeh, setelah membuka situsnya (linknya ada di bawah tuh, kalau memang buru-buru...) nanti kamu gak diminta, tapi harus dengan kesadaran sendiri, untuk mendaftarkan diri.
Prosedurnya gak susah kok, seperti buat email aja, tapi persiapkan KTP karena nanti bakalan diminta nomornya.

Selanjutnya setelah daftar kamu bisa akses menu yang ada.

Seperti biasa nanti pada pelaksanaannya tentu saja akan ada tahapan yang harus dilewati.
Apa sajakah itu?

1. Seleksi Data.
Pada tahapan ini kamu dinilai bisa mandiri lah. Gak perlu disuruh-suruh kan, soalnya ini kan lagi melamar pekerjaan. Hadeeeh... Jadi isi semua data yang diminta berupa:
a. Data diri; Berapa berat badan, tinggi badan, ganteng apa gak (yang ini gak ada kok hehehe)
b. Riwayat Pendidikan; Perkuliahan aja
c. Kemampuan; Ada softskill apa yang kamu punya? Pintar bicarakah? Rajinkah?
d. Resume
e. Alamat
f. Pengalaman kerja; Udah pernah kerja apa belum? Tenang saja kalau belum juga gak apa-apa kok
g. Kemampuan bahasa. Di sini akan ada pilihan bahasa Indonesia. Hayo nilai berapakah bahasa Indonesiamu?

Kemudian upload semua data yang diperlukan, seperti
a. Foto (di webnya ditulis photo; EYD-nya masih kurang nih yang bikin website)
b. Curriculum Vitae
c. Ijazah
d. Transkrip
e. KTP/SIM/Passport
f. SKCK
g. Surat Keterangan Bebas Narkoba



Yang keren dari situsnya adalah tampilan situsnya yang menggunakan alur maju untuk pengisian data. Keren pokoknya. Nanti kalau data belum diupload atau belum masuk akan ada tanda silang warna merah, kayak gini --> X

2. Ujian; tentu saja. Nanti yang bisa ujian akan diberitahu melalui akun kamu di website ini. Tadi aku coba masuk (Login) dengan menggunakan password pendaftaran. Dan ternyata... eng ing eng... GAK BISA. Untungnya ada keterangan lebih lanjut kalau username dan password akan didapat setelah kita lulus seleksi berkas.
Ujiannya terdiri dari dua bagian yaitu
  • Tahap uji materi kelompok bidang studi; Ayo belajar-belajar..
  • Tahap uji psikologik, sekurang-kurangnya mencakup uji fungsi kecerdasan (intelligency), kepribadian (personality) dan sikap-sikap kerja (working attitudes). Akan coba aku buatkan tulisannya tentang ini (Bukan sebuah janji, tapi kalau bisa dikerjakan hehehe)
3. Tes Kesehatan, nanti kamu kalau udah lulus ujian bakalan dites terkait pengindraan, darah, organ dalam

4. Wawancara, nah ini juga, kalau belum tau wawancara agak kebangetan, hehehehe... Sedikit tips tentang wawancara, jujurlah apa adanya...

Oya kalau pengen lihat webnya dan informasi lebih lanjut silahkan buka situs www.lowonganairnav.com

Kalau masih ada yang dipertanyakan silahkan ajukan di bagian komentar.
Saya bukan panitia, tapi kalau bisa ya saya jawab...

Selasa, 23 Desember 2014

Bisul

Ada yang pernah bisulan?
Beberapa hari ini timbul benjolan putih bernanah beberapa buah di kakiku pada posisi berdekatan.
Gak gatal sih, cuma kalau tersentuh rasanya agak sakit.
Awalnya sudah dibilang sih sama tetangga, mungkin bisul.
Aku percaya sih, jadi aku kasih deh treatment untuk bisul. Aku kasih bawang putih di sekitar benjolan itu.
Ada yang pecah pas aku kasih (dipecahin sih sebenarnya :P ) dan lainnya masih kecil-kecil ukurannya.
Besoknya ternyata yang kecil-kecil tadi udah tambah besar, gaswat...
Padahal memang seharusnya tambah besar karena fungsi bawang supaya cepat matang atau gak jadi sama sekali. Pas kasusku mungkin supaya cepat matang.

Berhubung sang pujaan hati, kekasih dan nyonya di rumah memaksa untuk berobat, akhirnya daku pun memutuskan untuk berobat ke rumah sakit. Kebetulan perusahaan tempat istri bekerja melakukan kontrak kerja sama dengan beberapa rumah sakit di Medan. Maka disuruhlah daku berobat ke spesialis penyakit kulit di salah satu rumah sakit yang bekerja sama dengan perusahaan nyonya.

Sebenarnya aku gak tau alamatnya dimana. Ditambah lagi h lagi karena ini bulan Desember, tanggal 23 (dua puluh tiga), kebanyakan orang di kantor sudah pada libur. Jadi aku yang gak cuti demi bangsa dan negara ini, (sebenarnya karena jatah cutiku sudah habis... hiks..) mengerjakan tugas kawan-kawan yang sudah cuti duluan. Lumayan sibuklah. Ada yang minta direkamkan laporanlah... Minta cetak surat tugaslah... Minta pengiriman berkaslah... Berhubung aku gak terlalu tau, kutanyalah yang pernah membuat. Syukurlah dia bisa memberi solusi. Jadi aku mengerjakan ada panduannya dan pekerjaan pun selesai dengan baik (kuharap).

Nah, kawan-kawan sekalian, bosku juga ternyata cuti pada hari ini. Jadi tadi aku sempat kelabakan, karena aku kan harus ke rumah sakit, gak tau mau permisi sama siapa. Dan setelah sekian lama dan bertanya kepada pihak yang berwajib, ternyata penanggung jawab seksi (bagian di kantor) kami adalah bosnya pihak yang berwajib (bukan polisi atau jaksa ya hehehehe). aku pun lantas minta izin sama beliau untuk berobat ke rumah sakit. Karena aku gak tau tempatnya maka aku pun googling dan menggunakan google map. Enak ya sekarang, dengan bantuan gadget bisa kemana-mana.

Sesampainya di rumah sakit, aku pun ikut registrasi. Sempat kesal karena ulah manusia Indonesia yang dengan santainya memotong barisan antrian. Tampangnya biasa aja lagi, gak sadar kalau dia udah salah. Manusia itu memang ada emat tipe. Golongan pertama, dia gak tau kalau dia gak tau. Nah inilah si ibu (ups) tadi. Yang lain ngantri, eh dia ngeloyor ke depan, gak ikut antrian. Terus ada golongan kedua, Dia gak tau kalau dia tau. Kalau di kasusku, yang piket registrasi nih, dia udah taunya ya tapi tetap aja gak (mau) tau. Harusnya kan bilang sama si ibu itu, antri lah bu, yang lain kan antri juga. Terus ada golongan ketiga, dia tau kalau dia gak tau. Orang tipe ketiga ini, sadar kalau ada sistem antrian, tapi gak tau mekanisme antri kayak apa. Gak tau antri dimana, di antrian apa di parkiran (nah lho...) Kayaknya tadi gak ada deh orang tipe ini. Nah yang keempat adalah daku, tau kalau tau hahahaha. Aku tau harus ngantri, dan aku ngantri (semoga bukan narsis atau sombong, Aamiiiin...) Tapi berhubung aku ingat pesan Rasulullah SAW, untuk urusan dunia dahulukan orang lain, aku relakan sajalah si ibu memotong barisan. Mungkin si ibu  buru-buru pengen ke toilet karena udah di ujung (apanya...), jadinya main buru-buru aja... Pas di depan pun si ibu ngomel-ngomel tentang orang yang antri di depannya tadi. Ni ibu benaran kayaknya lagi m*n*c**t. (Huss.. perhatian amat ya sama ibu-ibu... :P )

Habis ngantri registrasi, sekarang giliran menguji kesabaran dengan menunggu dokternya datang. Aku tuh ya nunggu dari jam 10.15, dokternya baru datang jam 11.00 WIB. Habis itu aku yang seharusnya duluan dilayani karena urutan nomor 1 di bagian penyakit kulit, eh ternyata harus menunggu lagi karena ada pasien yang kemarin (kemarin cuy... mungkin rumah sakitnya ngejatah kali ya) yang masih harus dilayani. Ya sudahlah, kembali dengan lapang dada aku menerima saja. Mencoba untuk ridho, siapa tau pasiennya memang benar-benar membutuhkan.

Sesudah beberapa menit, pintu pun terbuka. Yang keluar adalah perawat. Dia minta maaf pada diriku ini, karena seharusnya yang dilayani duluan adalah daku tapi karena pasiennya cek hasil laboratorium kemarin maka didahulukan. Mekanisme penjelasan hasil labnya agak lama, jadi aku diminta untuk menunggu. Yah, nunggu lagi deh...

Tapi aku salut, dan kuanggap ini nilai lebih dari rumah sakit swasta ini. perawatnya selain ramah juga bisa membaca situasi. Mungkin dia melihat aku tadi gelisah, (geli-geli basah (=karena agak gatal nih...) terus memberikan penjelasan yang menurutku lumayan menyenangkan. Cara penyampaiannya pun enak. Jadi ya terima sajalah, toh gak bayar untuk menunggu.

Selepas itu aku pun dipanggil. Aku menjelaskan secara rinci penyakitnya apa.Oya nama dokternya R Siregar. Orangnya ramah. Udah tua dan sepertinya berpengalaman sekali. Cara menanya dan menjelaskan dengan serius tapi gak bikin khawatir. Sesekali juga beliau ngajak bercanda. Setelah mengecek beliau memberi kesimpulan penyakit yang daku derita. Vonis yang diberikan adalah kena bisul. Jadi aku pun disuruh merawat dengan cara mengompres bisulnya dan nanti kalau sudah pecah diberi salep.

Aku pun menebus obatnya sekaligus biaya perawatan. Awalnya aku agak kaget sewaktu akan membayar di kasir. Kasirnya bilang obatnya senilai 2258000. Yup sengaja gak aku kasih titiknya dan angka 6-nya, siapa tau kalian salah baca hahaha. Tapi serius. Itu angkanya di atas dua juta. Dua juta dua ratus lima puluh delapan ribu enam ratus rupiah. Gubraks... Kaget banget aku. Kutanya sekali lagi berapa tadi mbak dan diulang dengan mengeja, dua... juta... dua... ratus... lima.. puluh... delapan... ribu... enam ratus rupiah. Buset dah dua juta untuk ngobatin bisul cuy. Kuperhatikan rinciannya, emang benar segitu... Dengan tangan malu-malu kukasikan kartu debit mandiriku. Oh tabunganku, saldomu kembali berkurang hari ini. Maafkanlah tuanmu ini ya...

Setelah nebus resep, aku pun ke farmasi untuk ngambil obat. Oya biasain ya kalau ngambil obat itu cek satu-satu obatnya. Ada apa gak. Aku tadi hampir ketinggalan satu obat. Kan lumayan tuh. Kalau obat itu gak ada kan jelas gak sampai kayak tadi angkanya... (hiks...) Setelah semuanya diambil aku pun ke tempat dokternya lagi untuk minta penjelasan penggunaan obat dan terus pulang dari rumah sakit yang mahal ini.

Oya sebelumnya aku ngasi tau istri kalau biayanya segitu tadi. Istriku kaget dan dengan smiley-nya mengatakan via bbm, mahal banget ya mas bisul kamu. Jiah... Aku cuma berharap bisa dapat reimburse uang pengobatan.
Mohon doanya ya...
Doa supaya lekas sembuh...
Doa supaya gak sakit lagi...
Doa supaya reimburse-nya cepat dibayarkan...

Dari orang yang lagi galau karena harus bayar dua juta untuk ngobatin bisulnya...

Senin, 22 Desember 2014

Ucapin dong, selamat hari ibu...

Masih ingat lagu anak-anak dulu gak?
Yang judulnya kasih ibu...

Kasih ibu...
Kepada Beta...
Tak terhingga...
Sepanjang Masa...

Hanya Memberi...
Tak harap kembali...

Bagai sang surya, menyinari dunia...

Sudahkah anda mengucapkan selamat hari ibu?

Ucapkanlah untuk menyenangkan hatinya...
Ucapkanlah walaupun cuma itu yang engkau bisa...
Gak mesti secara langsung,
bisa saja melalui telepon,
Atau sekedar lewat sms...

Ibu aku sayang padamu
Ibu aku cinta padamu
Selamat hari ibu...

Selamat Hari Ibu

Setiba di kantor aku kaget melihat bosku pakai baju patik.
Ngapain nih si bos?
Emang sih biasanya juga rada nyeleneh, tapi ini kok keterlaluan?
Di kantor kami, berdasarkan instruksi menteri, tiap hari senin wajib pakai baju kemeja putih, dengan dasi warna merah. (Hayo kementerian apakah ini?)
Tapi kok si bos pakai baju batik?

Usut punya cerita, ternyata kata si bos bilang, kalau hari ibu itu katanya pak presiden pakai baju batik...
Gubrak???
Benar gak sih.
Aku googling kok gak ada beritanya ya?
Yang ada si bos besar itu pakai baju putih juga kok kemana-mana.

Ada-ada aja nih si bos.
Kalau ada yang dapat beritanya, tolong ketikkan di bagian comment ya...

Daku pun menelpon ibu, menanyakan kabarnya,mendengarkan ceritanya.
Banyak hal yang bisa membahagiakan seorang ibu, dan aku yakin, mendengarkan beliau berbicara adalah salah satunya.
Ibuku gak bercerita banyak malah lebih banyak menanyakan kabarku. Oh ibu, ini kan peringatan hari untukmu, eh malah lebih banyak berbicara tentang aku. Love You Mom.

Oya, masih berkaitan dengan hari ibu, hari ini, di kantor, barusan, ada rapat pembinaan.
Materi yang dibahas, selain tentang pencapaian kinerja, tentu saja, tentang hari ibu.

Hari ibu...

Bos kami pun membacakan puisi tentang ibu, dengan diiringi lagunya Om Iwan "Ibu"
Puisinya lumayan, lumayan bagus dan lumayan panjang, jadi aku kurang ingat...
Tentu saja yang lebih kuingat adalah lagunya om Iwan

Ibu ; by Iwan Fals

Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah

Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu

Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas...ibu...ibu....

Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu

Kalau yang mau melihat videonya, ada nih via youtube


Terharu banget mendengarnya.
Terus juga ada lagunya bunda ditampilkan
Asli terharu banget...

Jadi kangen ibu...

Kubuka album biru 
Penuh debu dan usang
Ku pandangi semua gambar diri
Kecil bersih belum ternoda
 
Pikirkupun melayang 
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang 
Tentang riwayatku
 
Kata mereka diriku slalu dimanja
Kata mereka diriku slalu dtimang
 
Nada nada yang indah 
Slalu terurai darinya
Tangisan nakal dari bibirku
Takkan jadi deritanya
 
Tangan halus dan suci
Tlah mengangkat diri iniJiwa raga dan seluruh hidup 
Rela dia berikan

Kata mereka diriku slalu dimanja
Kata mereka diriku slalu dtimang


Oh bunda ada dan tiada dirimu
Kan slalu ada di dalam hatiku

Bunda : By Melly Goeslaw
(yang ini gak usah pakai video ya, nanti berat, tapi kalau mau silahkan request)

Sumber: iluvislam.com 
Oh iya istriku juga adalah seorang ibu, tapi aku belum ngucapin selamat kepadanya.
Sengaja sih, mau kasih kejutan sore ini.
Mau ngasi bunga, semoga dia suka hehehe...

Buat semua wanita di dunia, baik sudah menjadi ibu ataupun masih menjadi calon seorang ibu...
Aku ucapkan...
 

SELAMAT HARI IBU...

Minggu, 21 Desember 2014

Bela Siapa?

Benarkah kita sudah merdeka?

Naskah proklamasi berkumandang pada tanggal 17 Agustus 1945.
Seharusnya sejak saat itu, kita mampu menjadi pemimpin sendiri di bumi kita ini. Bisa menentukan nasib bangsa mau kemana, bisa menentukan kehidupan kita seperti apa.

Sekarang perhatikan kanan dan kiri, tetangga, bisa tetangga rumah, kota, propinsi.
Sudah merdekakah kita?

Di lihat dari berbagai sisi, sungguh berat menyatakan bahwa kita sudah merdeka.

Dari sisi ekonomi dan pemanfaatan sumber daya alam sendiri, tentunya tau dong, Freeport, Exxon XL Axiata, sudah membumikan bumi kita menjadi bumi mereka sendiri. Subsidi BBM dicabut, dan harganya disamakan dengan harga jualan (luar negeri), padahal bumi, air dan seluruh kekayaan alam yang terkandung di dalamnya menjadi milik rakyat. Entah rakyat yang mana, tapi bukankah seharusnya rakyat banyak? Bukan cuma orang-prang yang duduk di pemerintahan? Di mana merdeka?

Dari segi sosial, di tempatku, kota Medan, aku sering kesal melihat bangsa sendiri. Sama-sama beli sama mata sipit, bayar pakai uang yang sama. Sering kali aku bayar lebih mahal karena belanjaanku lebih banyak. Tapi pelayanan aku dibuat nomor dua. Kesal sekesal-kesalnya. Dasar mental babu, bangsa lain dipuja-puja, dianggap majikan, tapi bangsa sendiri dianggap rendah, jadi gak perlu dihargai. Pernah kejadian, istriku beli kue sampai berapa buah di toko milik pribumi, dibungkusnya pakai plastik, terus pelayannya melayani sambil ngobrol dengan pelayan lain. Begitu yang beli bukan pribumi, cuma beli dua buah, dimasukin kotak dan melayani dengan senyum sana sini ke yang beli. Kampret. Sekali lagi, orang Indonesia itu tuh, sering dinomorduakan, bahkan oleh orang kita sendiri. Merdekakah kita?

Dari sisi politik, apakah kita sudah bebas bersuara, menyatakan aspirasi? Media massa hanya dikuasai oleh beberapa orang saja. Bahkan TVRI pun terkadang beritanya kita bingung benar atau tidaknya. Plintir sana-sini jadinya kita gak tau mana yang benar mana yang salah. Kita memilih orang baik, tapi yang menjadi orang di DPR kok itu-itu aja? Kita merasa memilih orang baik, eh ternyata cuma manis di bibir saja. Yang sedih baru-baru ini ada tren keluar #bukanurusansaya. Bisa-bisanya pemimpin ngomong demikian. Merdeka?
 
Belum lagi dari sisi budaya, berapa besar perbandingan orang Indonesia yang lebih mengenal gudeg daripada pizza? Berapa banyak pemuda-pemudi yang menganggap pacaran itu tabu sebagaimana adat ketimuran? Merdekakah kita? atau apa kita masih terjajah? 
 

Sumber: Rautan.com
 
Ada satu hal lagi yang menunjukkan kalau kita belum merdeka sebenarnya. Kebanyakan dari kita, tidak tau kita membela siapa dalam hidup ini, di masa kemerdekaan ini.
Kalau dulu ada semboyan "merdeka atau mati".
Kalau sekarang?
Apa yang kita banggakan, dan apa yang kita bela?

Di sisi ekonomi, pencabutan subsidi BBM diyakini lebih banyak untuk kepentingan asing. Kondisi mobil yang katanya MURAH, padahal mahal juga, juga untuk keperluan asing. Low Cost Green Car. Low apaan kalau di atas 100 juta, Green apaan kalau masih pakai bensin. Padahal kita pernah menciptakan mobil listrik, eh bukannya didukung, malah dijelek-jelekin. Freeport dibiarin begitu aja, cuma nyumbang 1%, terus menterinya banyak cerita ini itu, padahal sampai dia gak jadi menteri tetap aja diterima oleh negara ini 1%. Terus antara beli produk asing dengan produk dalam negeri, kita pilih mana? Jadi bela siapa kita sebenarnya?

Di sisi sosial, kita mendewa-dewakan asing. Bagi kita asing itu seolah segalanya. Banyak yang bangga punya suami orang asing. Di tv artisnya mulai banyak orang asing. Kalau sebelumnya mendewa-dewakan korea, sekarang mulai mendewakan India. Orang kita sendiri gak dianggap. Jadi ingat kasus saya, bisa-bisanya pelayanannya beda antara pribumi dengan asing. Bela siapa kita?
 
Dari segi politik, sebentar lagi, beberapa hari lagi, 2015, kita akan memasuki masa Masyarakat Ekonomi Asia. Padahal kalau menurut saya, industri kita belum seberapa kuat. Kebijakan politik ini syarat dengan kepentingan. Bagaimana tidak, kita adalah negara konsumtif, yang lahannya banyak dijadikan perumahan, mall dan bukan pabrik. Impor kita lebih banyak, jauh lebih banyak, daripada ekspor. Lantas kenapa kita dengan bangganya menerima MEA? Mau jadi apa kita? Siapa yang kita bela?

Kita perlu memikirkan kembali, arti merdeka dan kemerdekaan itu sendiri. Salah satu bentuk merdeka, adalah mandiri. Untuk menjadi mandiri maka kita harus mampu melakukan produksi. Kalau kita belum bisa produksi, kita menyokong saudara kita yang telah bisa berproduksi. Moto cintailah produk dalam negeri bukan seharusnya hanya menjadi bahan olok-olokan, tapi diaplikasikan. Belilah barang ciptaan teman sendiri. Makanlah di warung bukan di franchise asing. Jadilah pembela negeri ini. 
 
Bela Indonesia. Salah satu caranya adalah dengan membeli produk dalam negeri.
Bukan hanya karena lebih murah, tapi karena yang memproduksi adalah pribumi.
Bukan hanya karena lebih baik, tapi demi membangun Indonesia yang lebih baik.

 
Sumber: BeliIndonesia.com

(semoga negeri ini lebih baik lagi...)

Sabtu, 20 Desember 2014

dekat di mata, jauh di hati...

Seberapa sering kamu megang gadget?
Gak terhitung kali ya.
Dalam sehari itu entah berapa kali sangking banyaknya.
Di jaman sekarang ini kalau gak pegang gadget rasanya gimana gitu ya...
Apalagi kalau gak punya gadget...

Tapi benarkah (katanya) kalau gak punya gadget gak bisa ngapa-ngapain?
Dan seperti apakah pengaruh gadget bagi kehidupan manusia?

Jeng jeng jeng...

Pemirsa...

Biasanya kebanyakan orang merasa bahwa hidupnya seakan tidak lengkap tanpa gadget yang dimilikinya. Gadget itu bisa membantu untuk mempermudah berkomunikasi dengan orang lain yang lokasinya berjauhan dengan kita. Gadget juga bisa jadi sarana yang baik untuk mencari sebuah informasi, dan menjadi sarana proses pembelajaran untuk belajar. Di sisi lain, gadget dapat menyebabkan waktu terbuang sia-sia, aktifitas terganggu, mengalami penurunan konsentrasi, dan juga menjadikan seseorang malas beraktifitas. Pendapat yang agak subjektif sih... Tapi gakpapalah toh kita gak mau serius-seriusan di sini hahahaha....

Lantas sebenarnya gadget itu apa sih?Yah, kalau gitu dari tadi kita ngomongin apa ya?
Hahahaha

Gadget itu kalau bahasa  sederhananya adalah piranti (nah loh... saya juga masih bingung dengan istilah ini...)
Menurut situs ldoceonline, gadget itu identik dengan alat, mesin. Spesial untuk gadget walaupun gak pakai telor, biasanya digunakan untuk sesuatu yang didesain secara pintar/unik/bagus, yang umumnya berukuran kecil dan fungsinya spesifik/khusus. Nah kalau untuk kehidupan sehari-hari, biasanya kita kenal istilah hape,laptop, tablet dan kawan-kawannya yang setipe.

Lantas apa hubungannya dengan aku?

Seperti orang kebanyakan, aku juga punya gadget, banyaklah, lebih dari satu pokoknya.
Kebanyakan gadget itu kupakai untuk browsing sama main game.
Sekali-sekali memang dipakai untuk foto-foto, atau smsan dan telponan.
tapi mayoritasnya memang untuk browsing sama main game tadi.

Kadang-kadang kalau kupikir, manusia itu bisa terpisah karena gadget. Kalau kejadian samaku, lagi ngumpul sama kawan, tapi pada ngelihatin gadget semua. Makanan udah dipesan, selvie sama makanan pake gadget.
Udah macam bagian dari tubuh gadget ini kayaknya untuk kita, terutama untuk orang Indonesia. Gak cuma orang dewasa, anak-anak pun demikian. Gaya-gayaan pakai hape banyak di sd, smp, sma. Sangking banyaknya, di tempat kami ada larangan bawa hape ke sekolah.

Padahal kawan, dengar-dengar sih, katanya Steve Job (kenal gak?) gak mau ngasi anaknya gadget, karena bisa mengganggu proses tumbuh kembang anak. Secara aku kan masih dalam masa pertumbuhan (semua orang juga tumbuh kali ya, kalau gak ke atas ya ke samping kayak aku hahahaha), jadi kurasa perlu juga ya untuk menjauhi hape.

Dengan gadget memang yang jauh semakin dekat, tapi dengan gadget juga yang dekat menjadi jauh...
Secara matematis, gadget jadi gak diperlukan, karena fungsinya sama dengan null (benar gak sih?)
Tapi kalau secara pergaulan, gadget itu bisa berbahaya.
Kenapa?
Tau istilah jauh di mata dekat di hati gak?
Kalau terlalu menjiwai gadget, kita bisa bisa kebalikannya.

Dekat di mata jauh di hati.

Kita bisa senantiasa berhubungan dengan siapa saja, dan kapan saja, tapi secara emosional kita jauh dengan semua orang. Istilahnya hubugan ilusi . Mau tau itu kayak apa?

Coba perhatikan gambar ini
Sumber : www.wired.com

Gitulah kita (bukan cuma aku deh kayaknya) seringkali  kalau lagi sama kawan, dan mungkin sama pasangan.

Coba deh sekali-sekali perhatian sekeliling kamu, kalau lagi sama siapa saja. Hambar banget gak sih rasanya, ngumpul cuma untuk merhatiin hape sendiri. Makan tapi ngobrolnya sama hape. Lagi ngumpul tapi sibuk main game padahal di samping ada saudara (mungkin main gadget juga sih...)

So sudah saatnya mempergunakan gadget seperlunya saja. Iya gak sih?

Jumat, 19 Desember 2014

relativitas waktu

Pada post sebelumnya (kemarin) aku sudah cerita kan, kalau aku tuh PNS?

Nah, tulisan ini masih ada kaitannya dengan pekerjaan ni. Tapi yang dibahas tentang waktu kok.

Menurutku,,,
Waktu itu berjalan relatif
Relatif kali pun...
Sama-sama 24 jam sehari, tapi ada yang merasa kurang, ada pula yang merasa kok gak gerak-geraklah jarum jamnya.

Sadar gak, kalau lagi bekerja, waktu itu camnya cepat kali?
Apalagi kalau lagi enjoy sama pekerjaan yang sedang dilakukan.
Kita baru aja megang kompi, eh tiba-tiba udah tiba jam makan siang.
Baru aja kita nemuin solusi atas masalah, eh udah kedengaran ada yang absen.
Tiiit...  Tiiit... Tiiit...
Udah jam 5 sore.
Nah kalau udah jam 5, awak haruslah ikutan absensi (HARUS...) supaya gak terlambat sampai di rumah.
Soalnya kalau terlambat kasian istri, kesepian (halah..., yang ada kalau telat pulang bisa-bisa gak dibukain pintu...)

Nah ini berkenaan sama kerjaanku seharian ini.
Kami tiap jumat pagi, berdasarkan peraturan menteri (jiah), harus ikut olahraga.
Nah berolahragalah awak sama kawan awak. Main futsal.
Awak perasaan baru main berapa nendang berapa kali. Shooting berapa kali. Ngegolin berapa kali (Huahahahaha). Kalau dikira-kira barulah berapa menit. Eh pas kutengok jam sudah jam 9 lebih (beugh)...
Cepat kali...

Terus, tadi pekerjaan di kantor agak lumayan cemana ya.... Pokoknya agak-agak menantang dan membingungkan... Banyakan membingungkan sebenarnya...
Berkaitan sama statistik sama sikit banyak analisis supaya hasilnya gak mengecewakan banyak pihak.. Kubaca buku panduan, gak ngerti...
Baca lagi masih gak ngerti juga...
Habis baca yang ketiga, dengan bangganya aku merasa mengerti (aku yakin ada yang menganggap aku tetap bakalan gak mengerti, mengerti aku ya...)
Mengerti sikit (gakpapalah daripada gak sama sekali)
Aku pun mengerjakan tugasnya, dengan semangat.
Baru sebentar ngerjain, eh udah jam 5 lagi...
Akhirnya aku selesaikan pekerjaannya, biar besok pun kalau udah lupa-lupa ingat (ini ada teori dan hasil penelitiannya loh, nantilah kalau bisa aku tuliskan) masih ada pertinggal sama ngerjainnya lebih enak.

Kembali, waktu seolah cepat kali berlalu.



Nah itu cerita tentang waktu yang seolah cepat berlalu.
Tapi ada yang ingat gak, kalau dulu, pas kita masih kecil, kayaknya waktu itu berjalan lamaaaaaaa kali.
Kita udah puas maen, eh masih jam 10 pagi...
Apalagi kalau kita lagi ngerjain tugas, atau lagi dimarahi sama guru karena gak ngerjain PR, rasanya sudah sejam, eh masih 5 menit...
Pernah gak disetrap (bahasa Medan kali ini kayaknya, bahasa Indonesianya disuruh berdiri di depan ruangan, dihukum gitu deh), rasanya gimana gitu. Udah lama, malu pulak karena gadis idaman ngelihati awak sambil cekikikan... ck ck ck....

Hari ini juga, jam-jam 10 lah ada kegiatan IHT (in house training).Ikutlah aku, karena sudah diwajibkan.
Lagi pula kayaknya penting yang mau disosialisasikan, jadi ikutlah nambah-nambah ilmu.
Sedari awal yang presentasi (pemateri) gak mantap. Jadi gitulah, nengok-nengok jam aja kerjaan awak.
Tengok sana-sini, adalah yang tidur, ada yang ngobrol...
Lihat jam bentar masih jam 10.
Tengok lagi, jam 10 juga... 10 lebih sikit...
Tengok lagi, masih juga jam 10...
Pas pemateri ganti barulah lebih semangat sikit, awak tengok sekali jam udah jam 11 keknya (lupa-lupa).
Baru pemateri 2 bicara, habis waktu. Selesai IHT.

Kali ini waktu berjalan lambat abang dan kakak sekalian...

Jadi pergunakanlah waktu sebaik mungkin dengan hal yang bermanfaat dan dinikmati.
Oya ngomong-ngomong, ada satu lagi kalau mau tau relativitas waktu, ada yang pernah naik kendaraan terus kena macet?
Di situ banyaklah bersabar dan berdoa sembari merenung tentang relativitas waktu...
Nikmati macetnya supaya gak terasa...

Ini curhatan cowok yang sedang terjebak macet...

Kamis, 18 Desember 2014

Pegawai atau Pengusaha

Kemarin aku menonton video ceramah dari seorang ustad.
Beliau bilang kalau negara kita yang tercinta ini adalah negerinya para karyawan.
Kita punya kemampuan tetapi mayoritasnya berbondong-bondong mau jadi karyawan.

Karyawan...

Ada Tenaga Kerja Wanita (TKI)
Ada Pegawai Swasta
Ada Buruh
dan yang paling diminati
Pe eN eS (PNS, pegawai negeri sipil)

Bicara tentang PNS, kenapa banyak sekali orang Indonesia mau jadi PNS?
Kalau dari kabar yang aku dengar, itu karena ada pensiunnya...

Kalau katanya si ustad, orientasi orang yang mau jadi PNS atau yang mau anaknya jadi PNS adalah supaya nanti (ntah sampai atau gak) bisa ongkang-ongkang kaki tapi dapat duit.

Ongkang-ongkang kaki dapat duit
Identik dengan malas kali ya?
Belum kerja sudah mikirin santai tapi dapat duit...
Makanya aku sering geleng-geleng betapa banyak orang yang mau bayar ratusan juta untuk jadi PNS yang sebenarnya gajinya paling banter cuma 2 jutaan (untuk yang baru masuk ya...). Selain itu biasanya jadi karyawan agak susah menjadi orang kaya terutama yang fokus bekerja, tidak ada sampingan. Malah kalau PNS itu kaya banyak yang curiga...

Kawan, jangan pada mikir ini si empunya blog pasti pernah tes PNS terus gak diterima makanya jelek-jelekin PNS. Kalau kalian punya pikiran demikian selamat, Anda Salah. Aku sekarang kerja sebagai seorang PNS di Kementerian terbaik di negeri ini (kurasa....).

Aku bersyukur dapat rezeki dari pekerjaan sebagai PNS, tapi aku tidak menyarankan kalian jadi PNS juga.
Kenapa?
Karena sesungguhnya mayoritas pintu rezeki adalah dari berdagang.
Saat ini aku juga mencoba terus mencari peluang bisnis.
Menjadi pegawai, apapun itu, identik dengan batas usia.
Tapi tidak demikian halnya dengan berdagang. Mau usia 5 tahun kek, mau usia 80an kek, tetap bisa berusaha.
Hal yang sedikit menyedihkan dengan karyawan adalah adanya kondisi atau waktu yang disebut Post Power Syndrom. Orang yang masuk ke masa pensiun umumnya mengalami hal ini.
Singkatnya PPS itu, kamu cuma bisa duduk di rumah karena waktu kamu untuk bekerja sudah dianggap habis. Kamu gak dianggap produktif lagi. Padahal menurutku setiap orang itu tetap bakalan produktif selama mempergunakan otaknya dan ada kemauan di sana.
Selain itu, untuk menjadi pegawai biasanya ada batasan usia minimal kan?
Pernah gak dengar untuk jadi pengusaha harus minimal usia sekian? Gak pernah kan?

(Sumber Foto: http://ekonomi.kompasiana.com/wirausaha/2012/12/18/cita-cita-pegawai-jadi-pengusaha-511899.html)


Betapa banyak pengusaha yang memulai usahanya dari muda. Dan betapa banyak pula yang memulainya disaat usia tua. Malah banyak yang lebih sukses dari kamu. Dari aku juga hahahaha...
Setiap orang bahkan setiap makhluk itu punya rezeki masing-masing. Tapi bukankah sangat baiknya kalau aku dan kamu punya rezeki yang banyak dari jalan yang halal lagi baik?

Yuk jadi pengusaha (^_^)/

Rabu, 17 Desember 2014

Resolusi 2015

Sebentar lagi sudah mau 2015.
Aku ingat kalau aku punya resolusi 2012.
Itu pun setelah membuka ulang blog ini.
Kebanyakan blog ini kosong.
Tiga tahun lebih gak terisi apa-apa.
Paling tulisan sebatas tugas kuliah, yang akhirnya aku hapus juga.

(Gambar ini memang putih, tok, blas, bikinan saya sendiri)


Sekarang Desember 2014, aku bertekad bahwa tiap hari aku akan menulis.

Setiap hari...

Wah bisa gak ya? Hahahaha

Berawal dari kesibukanku sebagai orang kantoran.
Gak terasa kali kalau jumat ke jumat itu adalah satu minggu.
Setiap hari jumat aku bertanya pada diriku sendiri, aku sudah buat apa?
Selama seminggu ini aku ngapain aja?
Apa yang sudah aku hasilkan?
Apa progressku?

Kemudian aku mengetahui ada program one day one juz (ODOJ)
lantas aku berpikir, kenapa gak aku buat aja program untuk diriku sendiri
One Day One Product?
Yah, karena aku belum punya workshop akhirnya aku putuskan untuk menulis.

Kenapa menulis?
Karena menulis itu tidak butuh banyak biaya.
Selain itu aku mencatat setiap hari aku ngapain aja.
Jadi nanti begitu jumat tiba, aku bisa tersenyum sambil bergumam
"Oh ternyata ini selama seminggu ini kau kerja!"

Bismillah...

(Sumber gambar : assunnahfm.com)