Tampilkan postingan dengan label pegawai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pegawai. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Desember 2014

Libur (cuti) bersama

Mulai dari tanggal 25 Desember sampai dengan 28 Desember 2014 ini ada libur panjang. Empat hari cuy...
Enak dong, bisa liburan hehehe...

Setiap tahunnya ada aja momen liburan panjang. Apalagi kalau hari kejepit. Pas hari kejepit biasanya entah dengan ide darimana pemerintah kita, dengan kesepakatan bersama tiga menteri, menambahkan jatah libur dengan cuti bersama. Maksudnya sih mungkin baik, jadi bersama-sama menikmati liburan. Misalnya pas hari liburnya hari kamis, jumat tuh biasanya diliburkan juga supaya liburannya panjang. Bisa jadi momen istirahat, supaya seninnya bisa semangat lagi.

Kalau tahun lalu (2013), jatah cuti bersama itu ada lima hari, yaitu
  • 5 s.d. 7 Agustus, Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1434 H
  • 14 Oktober, Cuti bersama Idul Adha 1434 H
  • 26 Desember, Cuti Bersama Hari Raya Natal
Settingan libur di tahun 2013 kayaknya masih pakai prinsip menggenapi hari terjepit nasional. Tanggal 5 s.d 7 Agustus itu jatuh pada hari senin s.d.rabu. Hari Raya Idul Fitri sendiri jatuh di hari Kamis dan Jumat. Jadi dengan ditambah tiga hari, lengkap deh liburan seminggu. Begitupun tanggal 14 Oktober (hari Senin) diliburkan supaya menggenapi libur Idul Adha yang hari selasa. Eh tapi ternyata gak juga ya, tanggal 26 Desember itu hari Kamis, gak tau kenapa eh diliburkan. Padahal hari Natalnya kan tanggal 25 Desember jatuh di hari Rabu? Wah bingung juga, kira-kira alasannya apa ya?

Kalau katanya mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Bapak Agung Laksono, cuti bersama dan libur nasional dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas kerja, efisiensi, meningkatkan sektor pariwisata dan ekonomi kemasyarakatan.

Tapi kalau diletakkan ditengah kan gak efektif pak, kenapa gak sekalian tanggal 27 Desember diliburkan juga ya? Ah sudahlah...

Terus, kalau tahun ini bagaimana? Pada tahun ini, cuti bersama ada empat hari, yaitu
  • 30 - 31 Juli dan 1 Agustus, Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1435 H
  • 26 Desember, Cuti Bersama Hari Raya Natal
Perhatiin deh, kayaknya lebih efektif daripada tahun 2013, cuti-cuti itu disetting supaya menggenapi hari libur. Untuk tanggal 30 Juli sampai dengan 1 Agustus 2014, itu mulai hari rabu sampai dengan jumat. Terus, tanggal 26 Desember itu hari jumat. Jadi cocok supaya hari liburnya bisa panjang sekalian.

Nah gimana dengan tahun depan?
Berdasarkan SKB tiga menteri (Menteri Agama, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan MenPanRB) tahun 2015 ada tiga hari yaitu

  • 16 Juli serta 20 dan 21 Juli, Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 143H
Nah ini kalau ini aku kembali agak bingung, kenapa dibuat tanggal segitu ya? Tanggal 16 Juli 2015 itu hari Kamis, sehari sebelum Idul Fitri. Tanggal 20 dan 21 Juli itu hari Senin dan Selasa. Benar sih bakal membuat liburan lumayan panjang, mulai dari hari kamis sampai dengan hari selasa. Tapi agak berbeda sama prinsip sebelumnya yang mendekatkan dengan hari kejepit nasional (Harpitnas), ini cuti bersama dibuat tanpa mengikuti kaidah Harpitnas. Tanya kenapa?

Kalau menurut aku ada beberapa alasan
  1. Hari Raya Idul Fitri itu hari jumat dan sabtu, jadi gak menjepit apa-apa. Minggu kan hari libur, jadi gak ada hari yang bisa dijepit lagi.
  2. Kayaknya cuti bersama itu dibuat supaya mengakomodasi orang-orang yang mudik. Jadi dibuat supaya awal libur dapat dispensasi dari kantor, pas pulang juga demikian.
  3. Mungkin, mungkin ya... menterinya merasa sayang kalau gak ada jatah cuti bersama, jadi dibuatlah tiga hari, cuma ini menimbulkan pertanyaan, kenapa gak mulai dari hari rabu ya?
Coba perhatiin deh, ini daftar hari libur kita secara lengkap di tahun 2015

Yang ini hari liburnya

NO.
TANGGAL
HARI
KETERANGAN
1
1 Januari 2015
Kamis
Tahun Baru 2015
2
3 Januari 2015
Sabtu
Maulid Nabi Muhammad SAW 1436 H
3
19 Februari 2015
Kamis
Tahun Baru Imlek 2566 Kongzili
4
21 Maret 2015
Sabtu
Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1937
5
3 April 2015
Jumat
Wafat Isa Almasih
6
1 Mei 2015
Jumat
Hari Buruh Internasional
7
14 Mei 2015
Kamis
Kenaikan Yesus Kristus
8
16 Mei 2015
Sabtu
Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW
9
2 Juni 2015
Selasa
Hari Raya Waisak 2559
10
17 & 18 Juli 2015
Jumat & Sabtu
Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriyah
11
17 Agustus 2015
Senin
Hari Kemerdekaan RI
12
24 September 2015
Kamis
Hari Raya Idul Adha 1436 Hijriyah
13
14 Oktober 2015
Rabu
Tahun Baru 1437 Hijriyah
14
24 Desember 2015
Kamis
Maulid Nabi Muhammad SAW 1437 H
15
25 Desember 2015
Jumat
Hari Raya Natal

dan ini cuti bersamanya

NO.
TANGGAL
HARI
KETERANGAN
1
16, 20 dan 21 Juli
Kamis, Senin dan Selasa
Hari Raya Idul Fitri 1436 H

Data di atas aku dapat dari situsnya KemenPANRB yang merupakan revisi dari SKB sebelumnya. Kalau mau mendownload peraturan SKB tiga menterinya silahkan didownload di sini

Ngomong-ngomong, tahu gak kalau cuti bersama itu sebenarnya terkadang dianggap merugikan? Loh kenapa? Bukannya dapat libur gratis? Iya gak lah, mana ada yang gratis.
  1. Dengan cuti bersama maka otomatis jatah cuti tahunan bakalan berkurang. Ini nih yang paling utama.
  2. Banyak dianggap merugikan perusahaan karena libur jadi panjang mengganggu jalannya perusahaan. Soalnya kalau udah cuti bersama perusahaan terutama swasta kan gak boleh ganggu cuti (harusnya...)
Yang gak enak dari cuti kalau di pemerintahan itu, minimal ngambilnya tiga hari termasuk cuti bersama. Padahal kan kalau misalnya cutinya karena sakit, ngapain lama-lama sakit. Atau misalnya menjenguk sanak saudara yang ditimpa kemalangan, kan gak mesti sampai tiga hari juga. Yah semoga peraturannya bisa disesuaikan lagi. Kalau aku sendiri lebih suka kalau cuti bersama itu dibuat jadi libur bersama sekalian hehehe... Kalau kamu?

Jumat, 19 Desember 2014

relativitas waktu

Pada post sebelumnya (kemarin) aku sudah cerita kan, kalau aku tuh PNS?

Nah, tulisan ini masih ada kaitannya dengan pekerjaan ni. Tapi yang dibahas tentang waktu kok.

Menurutku,,,
Waktu itu berjalan relatif
Relatif kali pun...
Sama-sama 24 jam sehari, tapi ada yang merasa kurang, ada pula yang merasa kok gak gerak-geraklah jarum jamnya.

Sadar gak, kalau lagi bekerja, waktu itu camnya cepat kali?
Apalagi kalau lagi enjoy sama pekerjaan yang sedang dilakukan.
Kita baru aja megang kompi, eh tiba-tiba udah tiba jam makan siang.
Baru aja kita nemuin solusi atas masalah, eh udah kedengaran ada yang absen.
Tiiit...  Tiiit... Tiiit...
Udah jam 5 sore.
Nah kalau udah jam 5, awak haruslah ikutan absensi (HARUS...) supaya gak terlambat sampai di rumah.
Soalnya kalau terlambat kasian istri, kesepian (halah..., yang ada kalau telat pulang bisa-bisa gak dibukain pintu...)

Nah ini berkenaan sama kerjaanku seharian ini.
Kami tiap jumat pagi, berdasarkan peraturan menteri (jiah), harus ikut olahraga.
Nah berolahragalah awak sama kawan awak. Main futsal.
Awak perasaan baru main berapa nendang berapa kali. Shooting berapa kali. Ngegolin berapa kali (Huahahahaha). Kalau dikira-kira barulah berapa menit. Eh pas kutengok jam sudah jam 9 lebih (beugh)...
Cepat kali...

Terus, tadi pekerjaan di kantor agak lumayan cemana ya.... Pokoknya agak-agak menantang dan membingungkan... Banyakan membingungkan sebenarnya...
Berkaitan sama statistik sama sikit banyak analisis supaya hasilnya gak mengecewakan banyak pihak.. Kubaca buku panduan, gak ngerti...
Baca lagi masih gak ngerti juga...
Habis baca yang ketiga, dengan bangganya aku merasa mengerti (aku yakin ada yang menganggap aku tetap bakalan gak mengerti, mengerti aku ya...)
Mengerti sikit (gakpapalah daripada gak sama sekali)
Aku pun mengerjakan tugasnya, dengan semangat.
Baru sebentar ngerjain, eh udah jam 5 lagi...
Akhirnya aku selesaikan pekerjaannya, biar besok pun kalau udah lupa-lupa ingat (ini ada teori dan hasil penelitiannya loh, nantilah kalau bisa aku tuliskan) masih ada pertinggal sama ngerjainnya lebih enak.

Kembali, waktu seolah cepat kali berlalu.



Nah itu cerita tentang waktu yang seolah cepat berlalu.
Tapi ada yang ingat gak, kalau dulu, pas kita masih kecil, kayaknya waktu itu berjalan lamaaaaaaa kali.
Kita udah puas maen, eh masih jam 10 pagi...
Apalagi kalau kita lagi ngerjain tugas, atau lagi dimarahi sama guru karena gak ngerjain PR, rasanya sudah sejam, eh masih 5 menit...
Pernah gak disetrap (bahasa Medan kali ini kayaknya, bahasa Indonesianya disuruh berdiri di depan ruangan, dihukum gitu deh), rasanya gimana gitu. Udah lama, malu pulak karena gadis idaman ngelihati awak sambil cekikikan... ck ck ck....

Hari ini juga, jam-jam 10 lah ada kegiatan IHT (in house training).Ikutlah aku, karena sudah diwajibkan.
Lagi pula kayaknya penting yang mau disosialisasikan, jadi ikutlah nambah-nambah ilmu.
Sedari awal yang presentasi (pemateri) gak mantap. Jadi gitulah, nengok-nengok jam aja kerjaan awak.
Tengok sana-sini, adalah yang tidur, ada yang ngobrol...
Lihat jam bentar masih jam 10.
Tengok lagi, jam 10 juga... 10 lebih sikit...
Tengok lagi, masih juga jam 10...
Pas pemateri ganti barulah lebih semangat sikit, awak tengok sekali jam udah jam 11 keknya (lupa-lupa).
Baru pemateri 2 bicara, habis waktu. Selesai IHT.

Kali ini waktu berjalan lambat abang dan kakak sekalian...

Jadi pergunakanlah waktu sebaik mungkin dengan hal yang bermanfaat dan dinikmati.
Oya ngomong-ngomong, ada satu lagi kalau mau tau relativitas waktu, ada yang pernah naik kendaraan terus kena macet?
Di situ banyaklah bersabar dan berdoa sembari merenung tentang relativitas waktu...
Nikmati macetnya supaya gak terasa...

Ini curhatan cowok yang sedang terjebak macet...

Kamis, 18 Desember 2014

Pegawai atau Pengusaha

Kemarin aku menonton video ceramah dari seorang ustad.
Beliau bilang kalau negara kita yang tercinta ini adalah negerinya para karyawan.
Kita punya kemampuan tetapi mayoritasnya berbondong-bondong mau jadi karyawan.

Karyawan...

Ada Tenaga Kerja Wanita (TKI)
Ada Pegawai Swasta
Ada Buruh
dan yang paling diminati
Pe eN eS (PNS, pegawai negeri sipil)

Bicara tentang PNS, kenapa banyak sekali orang Indonesia mau jadi PNS?
Kalau dari kabar yang aku dengar, itu karena ada pensiunnya...

Kalau katanya si ustad, orientasi orang yang mau jadi PNS atau yang mau anaknya jadi PNS adalah supaya nanti (ntah sampai atau gak) bisa ongkang-ongkang kaki tapi dapat duit.

Ongkang-ongkang kaki dapat duit
Identik dengan malas kali ya?
Belum kerja sudah mikirin santai tapi dapat duit...
Makanya aku sering geleng-geleng betapa banyak orang yang mau bayar ratusan juta untuk jadi PNS yang sebenarnya gajinya paling banter cuma 2 jutaan (untuk yang baru masuk ya...). Selain itu biasanya jadi karyawan agak susah menjadi orang kaya terutama yang fokus bekerja, tidak ada sampingan. Malah kalau PNS itu kaya banyak yang curiga...

Kawan, jangan pada mikir ini si empunya blog pasti pernah tes PNS terus gak diterima makanya jelek-jelekin PNS. Kalau kalian punya pikiran demikian selamat, Anda Salah. Aku sekarang kerja sebagai seorang PNS di Kementerian terbaik di negeri ini (kurasa....).

Aku bersyukur dapat rezeki dari pekerjaan sebagai PNS, tapi aku tidak menyarankan kalian jadi PNS juga.
Kenapa?
Karena sesungguhnya mayoritas pintu rezeki adalah dari berdagang.
Saat ini aku juga mencoba terus mencari peluang bisnis.
Menjadi pegawai, apapun itu, identik dengan batas usia.
Tapi tidak demikian halnya dengan berdagang. Mau usia 5 tahun kek, mau usia 80an kek, tetap bisa berusaha.
Hal yang sedikit menyedihkan dengan karyawan adalah adanya kondisi atau waktu yang disebut Post Power Syndrom. Orang yang masuk ke masa pensiun umumnya mengalami hal ini.
Singkatnya PPS itu, kamu cuma bisa duduk di rumah karena waktu kamu untuk bekerja sudah dianggap habis. Kamu gak dianggap produktif lagi. Padahal menurutku setiap orang itu tetap bakalan produktif selama mempergunakan otaknya dan ada kemauan di sana.
Selain itu, untuk menjadi pegawai biasanya ada batasan usia minimal kan?
Pernah gak dengar untuk jadi pengusaha harus minimal usia sekian? Gak pernah kan?

(Sumber Foto: http://ekonomi.kompasiana.com/wirausaha/2012/12/18/cita-cita-pegawai-jadi-pengusaha-511899.html)


Betapa banyak pengusaha yang memulai usahanya dari muda. Dan betapa banyak pula yang memulainya disaat usia tua. Malah banyak yang lebih sukses dari kamu. Dari aku juga hahahaha...
Setiap orang bahkan setiap makhluk itu punya rezeki masing-masing. Tapi bukankah sangat baiknya kalau aku dan kamu punya rezeki yang banyak dari jalan yang halal lagi baik?

Yuk jadi pengusaha (^_^)/

Rabu, 17 Desember 2014

Resolusi 2015

Sebentar lagi sudah mau 2015.
Aku ingat kalau aku punya resolusi 2012.
Itu pun setelah membuka ulang blog ini.
Kebanyakan blog ini kosong.
Tiga tahun lebih gak terisi apa-apa.
Paling tulisan sebatas tugas kuliah, yang akhirnya aku hapus juga.

(Gambar ini memang putih, tok, blas, bikinan saya sendiri)


Sekarang Desember 2014, aku bertekad bahwa tiap hari aku akan menulis.

Setiap hari...

Wah bisa gak ya? Hahahaha

Berawal dari kesibukanku sebagai orang kantoran.
Gak terasa kali kalau jumat ke jumat itu adalah satu minggu.
Setiap hari jumat aku bertanya pada diriku sendiri, aku sudah buat apa?
Selama seminggu ini aku ngapain aja?
Apa yang sudah aku hasilkan?
Apa progressku?

Kemudian aku mengetahui ada program one day one juz (ODOJ)
lantas aku berpikir, kenapa gak aku buat aja program untuk diriku sendiri
One Day One Product?
Yah, karena aku belum punya workshop akhirnya aku putuskan untuk menulis.

Kenapa menulis?
Karena menulis itu tidak butuh banyak biaya.
Selain itu aku mencatat setiap hari aku ngapain aja.
Jadi nanti begitu jumat tiba, aku bisa tersenyum sambil bergumam
"Oh ternyata ini selama seminggu ini kau kerja!"

Bismillah...

(Sumber gambar : assunnahfm.com)