Tampilkan postingan dengan label hubungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hubungan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Desember 2014

Bang Toyip

Sering aku bertanya ada apa dengan Bang Toyip, tega benar meninggalkan anak istri sampai tiga kali lebaran...
Aku yakin pasti juga banyak yang bertanya kenapa sampai bang Toyip itu gak pulang-pulang.
Ada apa sih sebenarnya?
Pas aku googling, wah banyak kali jawabannya...

Ini sedikit jawaban kenapa bang Toyip gak pulang-pulang

1. Udah meninggal gan. Dan gak ada yang ngasih tau istrinya kalau Bang Toyip ini sebenarnya sudah meninggal.
2. Bang Toyip gak tau alamat anak dan istrinya sekarang. Alasan yang klasik lupa... Atau lupa ingatan alias gila...
3. Udah nikah lagi. Dan sama istri yang sekarang lebih enak.
4. Gak punya duit buat pulang kampung. Kan Bang Toyip merantau.
5. Masuk penjara dan belum habis masa tahanannya...
6. Gak berani pulang karena banyak utang...

Terus ada yang bilang kalau bang Toyip bakalan pulang kalau...

1. anaknya mau nikah, jadi dia bakalan jadi walinya...
2. punya duit, minimal ongkos pulang...
3. sudah punya rumah, jadi sekarang tuh Bang Toyip gak bisa pulang karena gak punya rumah (malu ama tempat mertua kali ya?)
4. sudah waras kembali, sekarang bang Toyip lagi gila...
5. mutasi, dapat izin atasan untuk pulang ke rumah. Secara bang Toyip ini PNS dan lagi penempatan luar daerah, di daerah terpencil. Untuk pulang ngumpulin duit tiga tahun masih belum cukup untuk pulang. Sedih deh pokoknya...

Cuma, dari sekian banyak yang kasi jawaban itu, gak ada yang inisialnya Toyip. Jadi gak bisa juga dijadikan jawaban. Wah kasihan ya Bang Toyip dan lebih kasihan lagi keluarganya yang ditinggalkan... Gak tau nih sudah tiga kali lebaran gak dikasi nafkah, baik lahir maupun batin. Apa karena alamat palsunya Ayu TingTing?

Puisi untuk Bang Toyip

Bang Toyip kemanakah dirimu?
Bang Toyip dimanakah dirimu?
Apa kau banyak utang?
Sampai gak pulang pulang?

Oh gerangan siapa tau?
Kebingungan kan terasa
Tak ada yang tau
Apalagi menjawab

Cuma kau yang bisa menjawab
Gak ada yang lain
Tidak engkau
Tidak juga aku...

Karena aku bukanlah bang Toyip...

Semoga Bang Toyip cepat pulang.

Senin, 22 Desember 2014

Selamat Hari Ibu

Setiba di kantor aku kaget melihat bosku pakai baju patik.
Ngapain nih si bos?
Emang sih biasanya juga rada nyeleneh, tapi ini kok keterlaluan?
Di kantor kami, berdasarkan instruksi menteri, tiap hari senin wajib pakai baju kemeja putih, dengan dasi warna merah. (Hayo kementerian apakah ini?)
Tapi kok si bos pakai baju batik?

Usut punya cerita, ternyata kata si bos bilang, kalau hari ibu itu katanya pak presiden pakai baju batik...
Gubrak???
Benar gak sih.
Aku googling kok gak ada beritanya ya?
Yang ada si bos besar itu pakai baju putih juga kok kemana-mana.

Ada-ada aja nih si bos.
Kalau ada yang dapat beritanya, tolong ketikkan di bagian comment ya...

Daku pun menelpon ibu, menanyakan kabarnya,mendengarkan ceritanya.
Banyak hal yang bisa membahagiakan seorang ibu, dan aku yakin, mendengarkan beliau berbicara adalah salah satunya.
Ibuku gak bercerita banyak malah lebih banyak menanyakan kabarku. Oh ibu, ini kan peringatan hari untukmu, eh malah lebih banyak berbicara tentang aku. Love You Mom.

Oya, masih berkaitan dengan hari ibu, hari ini, di kantor, barusan, ada rapat pembinaan.
Materi yang dibahas, selain tentang pencapaian kinerja, tentu saja, tentang hari ibu.

Hari ibu...

Bos kami pun membacakan puisi tentang ibu, dengan diiringi lagunya Om Iwan "Ibu"
Puisinya lumayan, lumayan bagus dan lumayan panjang, jadi aku kurang ingat...
Tentu saja yang lebih kuingat adalah lagunya om Iwan

Ibu ; by Iwan Fals

Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah

Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu

Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas...ibu...ibu....

Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu

Kalau yang mau melihat videonya, ada nih via youtube


Terharu banget mendengarnya.
Terus juga ada lagunya bunda ditampilkan
Asli terharu banget...

Jadi kangen ibu...

Kubuka album biru 
Penuh debu dan usang
Ku pandangi semua gambar diri
Kecil bersih belum ternoda
 
Pikirkupun melayang 
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang 
Tentang riwayatku
 
Kata mereka diriku slalu dimanja
Kata mereka diriku slalu dtimang
 
Nada nada yang indah 
Slalu terurai darinya
Tangisan nakal dari bibirku
Takkan jadi deritanya
 
Tangan halus dan suci
Tlah mengangkat diri iniJiwa raga dan seluruh hidup 
Rela dia berikan

Kata mereka diriku slalu dimanja
Kata mereka diriku slalu dtimang


Oh bunda ada dan tiada dirimu
Kan slalu ada di dalam hatiku

Bunda : By Melly Goeslaw
(yang ini gak usah pakai video ya, nanti berat, tapi kalau mau silahkan request)

Sumber: iluvislam.com 
Oh iya istriku juga adalah seorang ibu, tapi aku belum ngucapin selamat kepadanya.
Sengaja sih, mau kasih kejutan sore ini.
Mau ngasi bunga, semoga dia suka hehehe...

Buat semua wanita di dunia, baik sudah menjadi ibu ataupun masih menjadi calon seorang ibu...
Aku ucapkan...
 

SELAMAT HARI IBU...

Sabtu, 20 Desember 2014

dekat di mata, jauh di hati...

Seberapa sering kamu megang gadget?
Gak terhitung kali ya.
Dalam sehari itu entah berapa kali sangking banyaknya.
Di jaman sekarang ini kalau gak pegang gadget rasanya gimana gitu ya...
Apalagi kalau gak punya gadget...

Tapi benarkah (katanya) kalau gak punya gadget gak bisa ngapa-ngapain?
Dan seperti apakah pengaruh gadget bagi kehidupan manusia?

Jeng jeng jeng...

Pemirsa...

Biasanya kebanyakan orang merasa bahwa hidupnya seakan tidak lengkap tanpa gadget yang dimilikinya. Gadget itu bisa membantu untuk mempermudah berkomunikasi dengan orang lain yang lokasinya berjauhan dengan kita. Gadget juga bisa jadi sarana yang baik untuk mencari sebuah informasi, dan menjadi sarana proses pembelajaran untuk belajar. Di sisi lain, gadget dapat menyebabkan waktu terbuang sia-sia, aktifitas terganggu, mengalami penurunan konsentrasi, dan juga menjadikan seseorang malas beraktifitas. Pendapat yang agak subjektif sih... Tapi gakpapalah toh kita gak mau serius-seriusan di sini hahahaha....

Lantas sebenarnya gadget itu apa sih?Yah, kalau gitu dari tadi kita ngomongin apa ya?
Hahahaha

Gadget itu kalau bahasa  sederhananya adalah piranti (nah loh... saya juga masih bingung dengan istilah ini...)
Menurut situs ldoceonline, gadget itu identik dengan alat, mesin. Spesial untuk gadget walaupun gak pakai telor, biasanya digunakan untuk sesuatu yang didesain secara pintar/unik/bagus, yang umumnya berukuran kecil dan fungsinya spesifik/khusus. Nah kalau untuk kehidupan sehari-hari, biasanya kita kenal istilah hape,laptop, tablet dan kawan-kawannya yang setipe.

Lantas apa hubungannya dengan aku?

Seperti orang kebanyakan, aku juga punya gadget, banyaklah, lebih dari satu pokoknya.
Kebanyakan gadget itu kupakai untuk browsing sama main game.
Sekali-sekali memang dipakai untuk foto-foto, atau smsan dan telponan.
tapi mayoritasnya memang untuk browsing sama main game tadi.

Kadang-kadang kalau kupikir, manusia itu bisa terpisah karena gadget. Kalau kejadian samaku, lagi ngumpul sama kawan, tapi pada ngelihatin gadget semua. Makanan udah dipesan, selvie sama makanan pake gadget.
Udah macam bagian dari tubuh gadget ini kayaknya untuk kita, terutama untuk orang Indonesia. Gak cuma orang dewasa, anak-anak pun demikian. Gaya-gayaan pakai hape banyak di sd, smp, sma. Sangking banyaknya, di tempat kami ada larangan bawa hape ke sekolah.

Padahal kawan, dengar-dengar sih, katanya Steve Job (kenal gak?) gak mau ngasi anaknya gadget, karena bisa mengganggu proses tumbuh kembang anak. Secara aku kan masih dalam masa pertumbuhan (semua orang juga tumbuh kali ya, kalau gak ke atas ya ke samping kayak aku hahahaha), jadi kurasa perlu juga ya untuk menjauhi hape.

Dengan gadget memang yang jauh semakin dekat, tapi dengan gadget juga yang dekat menjadi jauh...
Secara matematis, gadget jadi gak diperlukan, karena fungsinya sama dengan null (benar gak sih?)
Tapi kalau secara pergaulan, gadget itu bisa berbahaya.
Kenapa?
Tau istilah jauh di mata dekat di hati gak?
Kalau terlalu menjiwai gadget, kita bisa bisa kebalikannya.

Dekat di mata jauh di hati.

Kita bisa senantiasa berhubungan dengan siapa saja, dan kapan saja, tapi secara emosional kita jauh dengan semua orang. Istilahnya hubugan ilusi . Mau tau itu kayak apa?

Coba perhatikan gambar ini
Sumber : www.wired.com

Gitulah kita (bukan cuma aku deh kayaknya) seringkali  kalau lagi sama kawan, dan mungkin sama pasangan.

Coba deh sekali-sekali perhatian sekeliling kamu, kalau lagi sama siapa saja. Hambar banget gak sih rasanya, ngumpul cuma untuk merhatiin hape sendiri. Makan tapi ngobrolnya sama hape. Lagi ngumpul tapi sibuk main game padahal di samping ada saudara (mungkin main gadget juga sih...)

So sudah saatnya mempergunakan gadget seperlunya saja. Iya gak sih?