Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Desember 2014

LOWONGAN PEKERJAAN AIRNAV INDONESIA

Tadi pagi, sekitar pukul 10.25 WIB istriku tercinta yang bekerja di bandara, mengirimkan sms via bbm untukku. Jangan protes, sms itu singkatan dari short message service atau kalau di-Indonesia-kan layanan pesan singkat. Jadi boleh dong ber-sms lewat bbm hahahaha.

Udah ngelanturnya....

Jadi, sampai dengan tanggal 26 Januari 2015, akan ada penerimaan pegawai di Perum LPPNPI atau biasa dikenal dengan Airnav Indonesia. Perusahaan ini bisa dikatakan pecahannya Angkasa Pura. So, kalau kamu keterima bekerja di perusahaan ini, otomatis kamu (biasanya) bakalan ditempatkan di salah satu bandara di Indonesia.

Siapa aja yang boleh daftar? Siapa aja. Serius? Serius, semua jurusan boleh masuk.
Ini tampilannya kalau gak percaya.


Oh ya perlu diperhatikan untuk jurusan ekonomi manajemen cuma sampai tanggal 26 ini (hari jumat bro...).
Jadi yang jurusan ekonomi manajemen silahkan buruan soalnya cuma dua hari, ck ck ck...

Okeh, setelah membuka situsnya (linknya ada di bawah tuh, kalau memang buru-buru...) nanti kamu gak diminta, tapi harus dengan kesadaran sendiri, untuk mendaftarkan diri.
Prosedurnya gak susah kok, seperti buat email aja, tapi persiapkan KTP karena nanti bakalan diminta nomornya.

Selanjutnya setelah daftar kamu bisa akses menu yang ada.

Seperti biasa nanti pada pelaksanaannya tentu saja akan ada tahapan yang harus dilewati.
Apa sajakah itu?

1. Seleksi Data.
Pada tahapan ini kamu dinilai bisa mandiri lah. Gak perlu disuruh-suruh kan, soalnya ini kan lagi melamar pekerjaan. Hadeeeh... Jadi isi semua data yang diminta berupa:
a. Data diri; Berapa berat badan, tinggi badan, ganteng apa gak (yang ini gak ada kok hehehe)
b. Riwayat Pendidikan; Perkuliahan aja
c. Kemampuan; Ada softskill apa yang kamu punya? Pintar bicarakah? Rajinkah?
d. Resume
e. Alamat
f. Pengalaman kerja; Udah pernah kerja apa belum? Tenang saja kalau belum juga gak apa-apa kok
g. Kemampuan bahasa. Di sini akan ada pilihan bahasa Indonesia. Hayo nilai berapakah bahasa Indonesiamu?

Kemudian upload semua data yang diperlukan, seperti
a. Foto (di webnya ditulis photo; EYD-nya masih kurang nih yang bikin website)
b. Curriculum Vitae
c. Ijazah
d. Transkrip
e. KTP/SIM/Passport
f. SKCK
g. Surat Keterangan Bebas Narkoba



Yang keren dari situsnya adalah tampilan situsnya yang menggunakan alur maju untuk pengisian data. Keren pokoknya. Nanti kalau data belum diupload atau belum masuk akan ada tanda silang warna merah, kayak gini --> X

2. Ujian; tentu saja. Nanti yang bisa ujian akan diberitahu melalui akun kamu di website ini. Tadi aku coba masuk (Login) dengan menggunakan password pendaftaran. Dan ternyata... eng ing eng... GAK BISA. Untungnya ada keterangan lebih lanjut kalau username dan password akan didapat setelah kita lulus seleksi berkas.
Ujiannya terdiri dari dua bagian yaitu
  • Tahap uji materi kelompok bidang studi; Ayo belajar-belajar..
  • Tahap uji psikologik, sekurang-kurangnya mencakup uji fungsi kecerdasan (intelligency), kepribadian (personality) dan sikap-sikap kerja (working attitudes). Akan coba aku buatkan tulisannya tentang ini (Bukan sebuah janji, tapi kalau bisa dikerjakan hehehe)
3. Tes Kesehatan, nanti kamu kalau udah lulus ujian bakalan dites terkait pengindraan, darah, organ dalam

4. Wawancara, nah ini juga, kalau belum tau wawancara agak kebangetan, hehehehe... Sedikit tips tentang wawancara, jujurlah apa adanya...

Oya kalau pengen lihat webnya dan informasi lebih lanjut silahkan buka situs www.lowonganairnav.com

Kalau masih ada yang dipertanyakan silahkan ajukan di bagian komentar.
Saya bukan panitia, tapi kalau bisa ya saya jawab...

Senin, 22 Desember 2014

Selamat Hari Ibu

Setiba di kantor aku kaget melihat bosku pakai baju patik.
Ngapain nih si bos?
Emang sih biasanya juga rada nyeleneh, tapi ini kok keterlaluan?
Di kantor kami, berdasarkan instruksi menteri, tiap hari senin wajib pakai baju kemeja putih, dengan dasi warna merah. (Hayo kementerian apakah ini?)
Tapi kok si bos pakai baju batik?

Usut punya cerita, ternyata kata si bos bilang, kalau hari ibu itu katanya pak presiden pakai baju batik...
Gubrak???
Benar gak sih.
Aku googling kok gak ada beritanya ya?
Yang ada si bos besar itu pakai baju putih juga kok kemana-mana.

Ada-ada aja nih si bos.
Kalau ada yang dapat beritanya, tolong ketikkan di bagian comment ya...

Daku pun menelpon ibu, menanyakan kabarnya,mendengarkan ceritanya.
Banyak hal yang bisa membahagiakan seorang ibu, dan aku yakin, mendengarkan beliau berbicara adalah salah satunya.
Ibuku gak bercerita banyak malah lebih banyak menanyakan kabarku. Oh ibu, ini kan peringatan hari untukmu, eh malah lebih banyak berbicara tentang aku. Love You Mom.

Oya, masih berkaitan dengan hari ibu, hari ini, di kantor, barusan, ada rapat pembinaan.
Materi yang dibahas, selain tentang pencapaian kinerja, tentu saja, tentang hari ibu.

Hari ibu...

Bos kami pun membacakan puisi tentang ibu, dengan diiringi lagunya Om Iwan "Ibu"
Puisinya lumayan, lumayan bagus dan lumayan panjang, jadi aku kurang ingat...
Tentu saja yang lebih kuingat adalah lagunya om Iwan

Ibu ; by Iwan Fals

Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah

Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu

Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas...ibu...ibu....

Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu

Kalau yang mau melihat videonya, ada nih via youtube


Terharu banget mendengarnya.
Terus juga ada lagunya bunda ditampilkan
Asli terharu banget...

Jadi kangen ibu...

Kubuka album biru 
Penuh debu dan usang
Ku pandangi semua gambar diri
Kecil bersih belum ternoda
 
Pikirkupun melayang 
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang 
Tentang riwayatku
 
Kata mereka diriku slalu dimanja
Kata mereka diriku slalu dtimang
 
Nada nada yang indah 
Slalu terurai darinya
Tangisan nakal dari bibirku
Takkan jadi deritanya
 
Tangan halus dan suci
Tlah mengangkat diri iniJiwa raga dan seluruh hidup 
Rela dia berikan

Kata mereka diriku slalu dimanja
Kata mereka diriku slalu dtimang


Oh bunda ada dan tiada dirimu
Kan slalu ada di dalam hatiku

Bunda : By Melly Goeslaw
(yang ini gak usah pakai video ya, nanti berat, tapi kalau mau silahkan request)

Sumber: iluvislam.com 
Oh iya istriku juga adalah seorang ibu, tapi aku belum ngucapin selamat kepadanya.
Sengaja sih, mau kasih kejutan sore ini.
Mau ngasi bunga, semoga dia suka hehehe...

Buat semua wanita di dunia, baik sudah menjadi ibu ataupun masih menjadi calon seorang ibu...
Aku ucapkan...
 

SELAMAT HARI IBU...

Minggu, 21 Desember 2014

Bela Siapa?

Benarkah kita sudah merdeka?

Naskah proklamasi berkumandang pada tanggal 17 Agustus 1945.
Seharusnya sejak saat itu, kita mampu menjadi pemimpin sendiri di bumi kita ini. Bisa menentukan nasib bangsa mau kemana, bisa menentukan kehidupan kita seperti apa.

Sekarang perhatikan kanan dan kiri, tetangga, bisa tetangga rumah, kota, propinsi.
Sudah merdekakah kita?

Di lihat dari berbagai sisi, sungguh berat menyatakan bahwa kita sudah merdeka.

Dari sisi ekonomi dan pemanfaatan sumber daya alam sendiri, tentunya tau dong, Freeport, Exxon XL Axiata, sudah membumikan bumi kita menjadi bumi mereka sendiri. Subsidi BBM dicabut, dan harganya disamakan dengan harga jualan (luar negeri), padahal bumi, air dan seluruh kekayaan alam yang terkandung di dalamnya menjadi milik rakyat. Entah rakyat yang mana, tapi bukankah seharusnya rakyat banyak? Bukan cuma orang-prang yang duduk di pemerintahan? Di mana merdeka?

Dari segi sosial, di tempatku, kota Medan, aku sering kesal melihat bangsa sendiri. Sama-sama beli sama mata sipit, bayar pakai uang yang sama. Sering kali aku bayar lebih mahal karena belanjaanku lebih banyak. Tapi pelayanan aku dibuat nomor dua. Kesal sekesal-kesalnya. Dasar mental babu, bangsa lain dipuja-puja, dianggap majikan, tapi bangsa sendiri dianggap rendah, jadi gak perlu dihargai. Pernah kejadian, istriku beli kue sampai berapa buah di toko milik pribumi, dibungkusnya pakai plastik, terus pelayannya melayani sambil ngobrol dengan pelayan lain. Begitu yang beli bukan pribumi, cuma beli dua buah, dimasukin kotak dan melayani dengan senyum sana sini ke yang beli. Kampret. Sekali lagi, orang Indonesia itu tuh, sering dinomorduakan, bahkan oleh orang kita sendiri. Merdekakah kita?

Dari sisi politik, apakah kita sudah bebas bersuara, menyatakan aspirasi? Media massa hanya dikuasai oleh beberapa orang saja. Bahkan TVRI pun terkadang beritanya kita bingung benar atau tidaknya. Plintir sana-sini jadinya kita gak tau mana yang benar mana yang salah. Kita memilih orang baik, tapi yang menjadi orang di DPR kok itu-itu aja? Kita merasa memilih orang baik, eh ternyata cuma manis di bibir saja. Yang sedih baru-baru ini ada tren keluar #bukanurusansaya. Bisa-bisanya pemimpin ngomong demikian. Merdeka?
 
Belum lagi dari sisi budaya, berapa besar perbandingan orang Indonesia yang lebih mengenal gudeg daripada pizza? Berapa banyak pemuda-pemudi yang menganggap pacaran itu tabu sebagaimana adat ketimuran? Merdekakah kita? atau apa kita masih terjajah? 
 

Sumber: Rautan.com
 
Ada satu hal lagi yang menunjukkan kalau kita belum merdeka sebenarnya. Kebanyakan dari kita, tidak tau kita membela siapa dalam hidup ini, di masa kemerdekaan ini.
Kalau dulu ada semboyan "merdeka atau mati".
Kalau sekarang?
Apa yang kita banggakan, dan apa yang kita bela?

Di sisi ekonomi, pencabutan subsidi BBM diyakini lebih banyak untuk kepentingan asing. Kondisi mobil yang katanya MURAH, padahal mahal juga, juga untuk keperluan asing. Low Cost Green Car. Low apaan kalau di atas 100 juta, Green apaan kalau masih pakai bensin. Padahal kita pernah menciptakan mobil listrik, eh bukannya didukung, malah dijelek-jelekin. Freeport dibiarin begitu aja, cuma nyumbang 1%, terus menterinya banyak cerita ini itu, padahal sampai dia gak jadi menteri tetap aja diterima oleh negara ini 1%. Terus antara beli produk asing dengan produk dalam negeri, kita pilih mana? Jadi bela siapa kita sebenarnya?

Di sisi sosial, kita mendewa-dewakan asing. Bagi kita asing itu seolah segalanya. Banyak yang bangga punya suami orang asing. Di tv artisnya mulai banyak orang asing. Kalau sebelumnya mendewa-dewakan korea, sekarang mulai mendewakan India. Orang kita sendiri gak dianggap. Jadi ingat kasus saya, bisa-bisanya pelayanannya beda antara pribumi dengan asing. Bela siapa kita?
 
Dari segi politik, sebentar lagi, beberapa hari lagi, 2015, kita akan memasuki masa Masyarakat Ekonomi Asia. Padahal kalau menurut saya, industri kita belum seberapa kuat. Kebijakan politik ini syarat dengan kepentingan. Bagaimana tidak, kita adalah negara konsumtif, yang lahannya banyak dijadikan perumahan, mall dan bukan pabrik. Impor kita lebih banyak, jauh lebih banyak, daripada ekspor. Lantas kenapa kita dengan bangganya menerima MEA? Mau jadi apa kita? Siapa yang kita bela?

Kita perlu memikirkan kembali, arti merdeka dan kemerdekaan itu sendiri. Salah satu bentuk merdeka, adalah mandiri. Untuk menjadi mandiri maka kita harus mampu melakukan produksi. Kalau kita belum bisa produksi, kita menyokong saudara kita yang telah bisa berproduksi. Moto cintailah produk dalam negeri bukan seharusnya hanya menjadi bahan olok-olokan, tapi diaplikasikan. Belilah barang ciptaan teman sendiri. Makanlah di warung bukan di franchise asing. Jadilah pembela negeri ini. 
 
Bela Indonesia. Salah satu caranya adalah dengan membeli produk dalam negeri.
Bukan hanya karena lebih murah, tapi karena yang memproduksi adalah pribumi.
Bukan hanya karena lebih baik, tapi demi membangun Indonesia yang lebih baik.

 
Sumber: BeliIndonesia.com

(semoga negeri ini lebih baik lagi...)